Nasional

Ini Alasan Pemerintah Tiadakan Mudik 2021

Calon penumpang bersiap menaiki bus antarkota di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Jelang Natal dan Tahun Baru, warga mulai mudik ke kampung halaman. Meski libur panjang dibatalkan, pemudik tetap terlihat di Terminal Pulogebang, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

batampos.id – Pemerintah telah memutuskan untuk meniadakan mudik lebaran Idul Fitri 2021 akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Hal ini pun menjadi tolak ukur pemerintah dalam mengambil keputusan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuturkan bahwa langkah ini ditempuh setelah mengevaluasi tingginya angka penularan dan kematian, baik itu masyarakat ataupun tenaga kesehatan akibat wabah Covid-19 usai libur panjang. Ini menjasi alasan utama kenapa mudik lebaran ditiadakan.

“Khususnya setelah libur Natal dan tahun baru. Termasuk tingginya BOR (bed occupancy rate) rumah sakit sehingga diperlukan langkah-langkah tegas dalam mencegah hal-hal tersebut terulang kembali,” ujar dia dalam Telekonferensi Pers, Jumat (26/3).

Advertisement

Sejalan dengan itu, pemerintah terus melaksanakan program-program untuk penanganan Covid-19. Mulai dari Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, penguatan protokol kesehatan hingga vaksinasi Covid-19.

“Hasil konsultasi dengan bapak Presiden maka ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan,” ucap Menko.

Larangan mudik ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal ini merupakan upaya agar vaksinasi yang sedang dijalankan dapat sesuai dengan harapan.

“Supaya upaya vaksinasi yang dilakukan bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan,” terang dia.

Untuk aturan yang menunjang ketidaaan mudik ini, kata Muhadjir akan diatur oleh kementerian dan lembaga terkait. Khususnya Satgas Covid-19 yang akan mengatur kebijakannya.

“Di dalamnya akan diatur mengenai langkah-langkah pengawasannya oleh TNI-Polri, Kemenhub, Pemda dan lain-lain,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim