Zetizen

Mr. CRACK for Batam

Reporter : DIELLA MARFIKA TAMA
Editor : AGNES DHAMAYANTI

Batampos.id – B.J. Habibie dikenal oleh masyarakat Batam sebagai bapak legendaris pembangunan Batam. Tetapi banyak anak milenial yang bahkan tidak tahu julukan lain dari beliau itu adalah ”Mr. Crack”.

Advertisement

Julukan Mr. Crack didapat karena ia telah berkontribusi besar dalam dunia penerbangan. Ia menciptakan berbagai karya dan teori penemuan, salah satunya yaitu Crack Progression Theory, alias teori Habibie.

Tak sia-sia Presiden Suharto ”menculik” Mr. Crack ini dari kemapanannya di Jerman saat itu. Habibie ”diculik” dan diminta membangun Batam.

Habibie menggantikan peran Ibnu Sutowo yang memiliki tugas khusus mengembangkan pulau terluar. Maka Batam diproyeksikan mampu mengambil alih peran Singapura di kawasan Asia Tenggara.

”Tahun 1975 saya ditugaskan mengelola dan memajukan Batam. Saat itu penduduknya 600 kepala keluarga, namun tak ada prasarana. Masih di bawah koordinasi direktur utama industri perminyakan,” kata B. J. Habibie memulai ceritanya di Tower Pollux, Batam Center, beberapa waktu lalu.

Setelah melihat dan riset pulau Batam, Habibie meminta Presiden Soeharto agar Batam tak dimonopoli satu perusahaan saja. Karena saat itu Batam masih menjadi monopoli perusahan industri energi minyak.

”Saya melihat, Batam bisa menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi Indonesia. Sekaligus benteng pertahanan karena berbatasan dengan negara lain,” katanya

Presiden Soeharto langsung menyetujui. Habibie diberi mandat mengembangkan Pulau Batam. Misinya tegas, bisa menjadi pesaing Singapura. Sekaligus menegaskan kebesaran Indonesia di mata Singapura.

Habibie langsung bergerak. Ia menyusun detail rencana pembangunan Pulau Batam. Tahun 1975 itu pula, Habibie bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew di Singapura.

”Saya bicara empat mata dengan Lee Kwan Yew. Mewakili Pak Harto, saya sampaikan rencana Pak Harto. Kemudian dijawab, Doktor Habibie silakan buat apa saja di Batam, pokoknya harus bisa bersaing,” kata Habibie menirukan PM Lee.

Jasa Habibie ini sangat membekas di ingatan Ijal Ahmad, seorang nelayan di Batam. Menurutnya, terobosan paling terasa manfaatnya adalah pembangunan Jembatan Barelang. Ya, jembatan yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Nipah (Pulau ponton), Rempang Setokok, Galang, dan Galang Baru.

Sebelum ada jembatan itu, kehidupan masyarakat sulit mendapat pasokan pangan murah. Saat itu akses ke Pulau Batam hanya menggunakan sampan. Setelah terbangunnya jembatan pada 1998 kehidupan masyarakat meningkat. Ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga gaya hidup semua berubah.

Habibie memimpin Otorita Batam selama 20 tahun dari 1978 hingga 1998. Ia kemudian mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Otorita Batam karena harus menjalankan amanat menjadi Presiden RI setelah Soeharto mundur. Ketika dia mundur, Batam sudah maju. Investasi tumbuh pesat di Batam, sama sekali tidak kena dampak krisis moneter yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia kala itu.

Meski tidak lagi memimpin Otorita Batam, Batam masih bermain di pikiran Habibie. Ia masih kerap mengunjungi kota itu, tempat adik kandungnya menetap, yakni Sri Soedarsono.

Pada awal 2019, Habibie menyampaikan harapannya agar Batam menjadi pusat industri dirgantara Indonesia. Menurut Habibie, mewujudkan Batam sebagai pusat industri dirgantara tidak sulit asal ada sarana dan prasarana pendukungnya.

Teknokrat kelahiran Parepare itu juga menyampaikan keinginannya agar Batam fokus pada pengembangan industri berteknologi tinggi sebagai andalan. ”Kenapa high tech (teknologi tinggi), karena sekarang sudah ada tourism (pariwisata) dan industri ada di Batam ini,” kata Habibie ketika itu. (***)

Kakak yang Perhatian dan Berjiwa Sosial

SOSOK B. J. Habibie adalah seorang kakak yang sangat perhatian dan sayang kepada adik-adiknya. Bahkan beliau memiliki tekad dan berjanji untuk menyekolahkan adik-adiknya semaksimal mungkin.

B. J. Habibie adalah sosok yang sederhana, berjiwa sosial tinggi, mudah bergaul, suka membaca, dan suka bereskperimen.

Kata adik kandungnya ini, Ia di masa kecil hanyalah anak yang biasa-biasa saja, tapi memiliki hobi bereksperimen dan merakit barang. Contohnya ialah merakit pesawat mini. Dan dari hobi itulah yang bisa membawa seorang B.J. Habibie menjadi tokoh paling legenda di Indonesia bahkan internasional.

Sewaktu kecil B. J. Habibie beserta adik-adiknya terbiasa hidup sederhana walau hidupnya termasuk kalangan orang mampu. Ia dan adiknya Sri Soedarsono berangkat sekolah dengan sepeda kesayangan, bermain hujan layaknya anak kecil pada umumnya, dan menyukai hewan.

Di Batam ini, B. J. Habibie dan adiknya Sri Soedarsono bersama mengembangkan Pulau Batam, menanam ribuan pohon, dari tandus hingga rindang selama 30 tahun lamanya. (*)

Pesan untuk Kaum Milenial dari Eyang Sri Soedarsono

Ide Kalian Kreatif tapi Perlu Pendampingan

KITA samakan dulu ya definisi siapa itu kaum milenial di pandangan Sri Soedarsono atau panggilan akrabnya Eyang Dar yang merupakan adik BJ. Habibie.

Milenial itu anak yang lahir setelah tahun 1990-an, atau yang sekarang berusia 25- 35 tahun.

Mereka kini tergolong usia produktif. Yang dalam tempo 10-15 tahun mendatang akan menjadi pemimpin di negeri ini. Agar mereka dapat menjadi tumpuan pembangunan negara dan bangsa, maka kita harus memahami perilaku mereka sehingga bimbingan kita benar-benar menjadikan mereka lebih baik.

Pendapat Eyang ini semoga bisa menjadi inspirasi orang lain, karena Eyang menyimpulkan hal ini cuma belajar dari cucu dan cicit Eyang sendiri. Kiat Eyang menghadapi mereka, adalah:

PERTAMA, kaum milenial ini berani menawarkan ide kreatif yang sama sekali baru. Namun karena miskin pengalaman maka mereka perlu pendampingan. Mereka harus didampingi generasi yang lebih tua dan lebih berpengalaman. Mereka cerdas namun masih rapuh.

KEDUA, saking kreatifnya ada kalanya ide mereka tersebut tidak mudah direalisasikan atau kurang cocok dengan keadaan lapangan. Maka si pendamping harus membantu mereka melakukan modifikasi ide kreatifnya agar bisa diaplikasikan. Jangan dipatahkan ide kreatifnya karena itu akan mematikan motivasi kerjanya di kemudian hari.

KETIGA, senantiasa beri umpan balik/kritik. Meski mereka luas pengetahuannya tapi masih miskin pengalamannya. Agar mereka selalu bersemangat dengan eksplorasi ide kreatif maka kita harus beri umpan balik positif. Jaga kelemahannya, asah kekuatannya.

KEEMPAT, apabila dibutuhkan, maka kita bisa memberikan pengarahan. Namun, lakukan sekadar pengarahan terbatas dan tidak menggurui. Kita mesti lebih sabar memahami karakter unik mereka. Jangan sampai gara-gara maksud baik namun salah menyampaikan sehingga mereka terdiam dan putuslah komunikasinya.

Dalam kaitan dengan visi dan ide Pak Habibie, maka visi ini yang harus mereka pahami sungguh-sungguh agar mereka memiliki arah yang jelas dalam mencurahkan ide kreatifnya. Orangtua punya pengalaman dan masa lalu, mereka punya pengetahuan dan masa depan. Maka koneksi kita dengan kaum milenial adalah di pendampingan. (*)

ZETS OF THE DAY

B.J. Habibie Menginspirasi

Reporter : DIELLA MARFIKA TAMA
Editor : AGNES DHAMAYANTI

BJ. Habibie adalah seorang pahlawan yang berjasa bagi pembangunan Kota Batam, maka dari itulah ia disebut sebagai Bapak Pembangunan Kota Batam.

Banyak jasa-jasa yang telah Ia lakukan untuk kemajuan Kota Batam ini. Lalu seperti apakah sosoknya dan jasa apa saja yang teman milenial kita ketahui tentang B.J. Habibie? Yuk kita simak jawaban mereka!

F. Dok. Pribadi

IKHWANUL HAFIZH
Politeknik Negeri Batam
@ikhwanulhafizh

BATAM bertransformasi sedari pulau basis logistik perusahaan minyak menjadi kota yang lebih bervalue seperti galangan, manufaktur, dan perdagangan.

Ini semua tak lepas dari masa almarhum Eyang Habibie saat menjabat Ketua OB (Otorita Batam) selama 20 tahun. Di zamannya, OB memprakarsai landmark Kota Batam yaitu Jembatan Barelang dan juga beberapa master plan.

Adapun cita-cita Beliau adalah Batam tidak kalah dengan Singapura. Terlepas dari segi politik kepentingan, saya kira Beliau sangat berkualitas jikalau kita lihat dari segi karir, dimana Ia juga pernah menjabat Menteri, Wakil Presiden, dan Presiden. (*)

F. Dok. Pribadi

FIKA MARIONAS SAPUTRA
Politeknik Negeri Batam
@fikamario_saputra

BAPAK BJ Habibie merupakan sosok yang sangat inspiratif bagi anak muda.

Terutama bagi saya sebagai mahasiswa teknik, agar dapat berinovasi dan tak hanya pengabdian yang diberikan namun juga karya yang nyata buat bangsa ini.

Salah satu karya nyata yang telah dilakukan Bapak B. J. Habibie yaitu menjadikan Pulau Batam layaknya “Singapura”nya Indonesia. Perlahan tapi pasti, kemajuan kota ini semakin terasa. Banyak mal, industri-industri besar hingga pulau ini disulap menjadi kota metropolitan. (*)