Karimun

ASN di Karimun Tak Bisa Lagi Pakai Gas Elpiji 3 Kg

batampos.id – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Energi Sumber Daya Mineral (Disdagkop, UKM dan ESDM) Karimun, Selasa (6/4/201) memanggil lima agen distribusi LPG subsidi 3 kilogram secara bertahap bersama pihak kepolisian. “Kemarin, kita lakukan sosialisasi PT Petromas Jaya Abadi dahulu. Kemudian, hari ini empat perusahaan lagi dilakukan sosialisasi bagaimana pendistribusian Gas LPG subsidi 3 kilogram kepada pangkalan-pangkalan di bawah agen distribusi,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli.

jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli memberi penjelasan soal distribusi gas elpiji 3 kg di Karimun. (f.tri/batampos.id)

BACA JUGA: Ribuan Tabung Gas Elpiji untuk Karimun Tertahan di Tanjunguban, Bintan

Untuk Kabupaten Karimun ada lima agen gas subsidi 3 kilogram yaitu PT Petromas Jaya Abadi, PT Cipta Nusa Indonnesia dan PT Prima Jaya Sukses untuk wilayah pulau Karimun. Kemudian, PT Lestari Cipta Prima Sakti dan PT Bintang Abadi untuk wilayah Pulau Kundur dan Pulau sekitarnya.

Advertisement

Sosialisasi tersebut bertujuan mengatasi terjadinya kelangkaan gas di tengah-tengah masyarakat. Di mana agen melalui pangkalan-pangkalan yang mendapatkan jatah gas agar benar-benar mendistribusikan kepada masyarakat miskin.

“Pangkalan-pangkalan juga kita undang biar mengerti penjualan gas subsidi diperuntukkan kepada masyarakat miskin. Rencana kita akan terapkan kartu pelanggan yang mencakup kartu kendali,” ungkapnya.

Menurutnya kartu pelanggan ini mencakup kartu kendali yang diperuntukan satu rumah tangga diberikan kuota 3 tabung. Kemudian, untuk usaha mikro seperti penjual gorengan, bakso dan sebagainya 9 tabung sesuai aturan. “Saya tegaskan ASN tidak diperbolehkan menggunakan gas 3 kilo. Honorer diperbolehkan. Mohon kesadaran masyarakat yang mampu agar menggunakan LPG 12 kilo,” tuturnya.

Menurutnya apabila ditemukan pangkalan nakal yang melakukan penjualan gas tidak untuk masyarakat miskin, maka akan mencabut rekomendasi untuk pengambilan gas dari agen. (*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul