Ekonomi & Bisnis

Bank Mandiri Bantu Korban Banjir Bandang NTT

VP Area Head Bank Mandiri Kupang Hermawan Handoyo Widodo (empat kanan) menyerahkan secara simbolis bantuan kemanusiaan Bank Mandiri kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maxi Didok (tengah) di kantor BPBD Kupang, NTT, Selasa (6/4) untuk diteruskan kepada korban bencana banjir bandang dan badai siklon di daerah Kupang, Kefamenanu dan Malaka, NTT. (Foto; Bank Mandiri)

batampos.id – Bank Mandiri bergerak cepat memberikan bantuan kepada para korban akibat bencana alam banjir bandang yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

VP Area Head Bank Mandiri Kupang Hermawan Handoyo Widodo menyerahkan secara simbolis bantuan kemanusiaan Bank Mandiri kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maxi Didok di kantor BPBD Kupang, NTT, Selasa (6/4) untuk diteruskan kepada korban bencana banjir bandang dan badai siklon di daerah Kupang, Kefamenanu dan Malaka, NTT.

Pemberian bantuan kemanusiaan ini merupakan komitmen Bank Mandiri sebagai perusahaan BUMN untuk hadir dan berkontribusi langsung kepada masyarakat Indonesia yang tengah dilanda bencana alam.

Advertisement

Bantuan tersebut meliputi paket sembako seperti beras, mie, instant, telur minyak, goreng, gula, teh, selimut, tikar dan terpal tenda. Tak hanya bantuan tanggap darurat, Bank Mandiri juga tengah menyiapkan bantuan lain untuk pemulihan pasca bencana.

BACA JUGA: Korban Banjir Bandang NTT Capai 84 Jiwa, 71 Dinyatakan Hilang

Sementara itu, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bencana alam banjir bandang yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyebabkan sebanyak 84 korban meninggal dunia dan 103 orang masih hilang. Tercatat sebanyak 84 korban yang dinyatakan meninggal dunia setelah jasadnya ditemukan dalam proses evakuasi.

Selain itu, bencana alam itu juga mengakibatkan 123 warga luka-luka dan 2.683 jiwa terdampak dari bencana banjir bandang.

Dari laporan BNPB, bencana alam yang diakibatkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah di NTT juga berdampak pada rusaknya fasilitas umum dan rumah warga. hingga kini tercatat sebanyak 119 unit rumah rusak berat, 118 unit rumah rusak sedang dan 34 unit rumah rusak ringan. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung