Nasional

Baznas Terus Dorong Terbitnya Perpres Zakat Penghasilan untuk ASN

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad saat membacakan 12 resolusi hasil rakornas. (F. akuratnews)

batampos.id – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2021 menghasilkan 12 resolusi. Diantaranya adalah memohon Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) kewajiban ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN serta BUMN untuk menunaikan zakat penghasilan dan jasa.

Rakornas Zakat 2021 digelar 4-6 April di Jakarta. Sebanyak 12 resolusi hasil rakornas itu dibacakan langsung oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad.

“Alhamdulillah berkat rahmat Allah serta dukungan semua, terutama Presiden Bapak Haji Jokowi, Wakil Presiden Bapak Prof Ma’ruf Amin, RAkornas Zakat 2021 berjalan lancar dan sukses melahirkan 12 resolusi,” katanya dalam penutupan rakornas kemarin (6/4).

Advertisement

Dia mengatakan ada tujuh resolusi untuk internal Baznas dan lima resolusi untuk eksternal. Dorongan supaya ada Perpres kewajiban menunaikan zakat penghasilan dan jasa kepada ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN-BUMD adalah resolusi eksternal. Tujuannya untuk menciptakan sikap saling tolong menolong dan kegotongroyongan dalam mengentaskan kemiskinan.

Resolusi adanya Perpres wajib zakat untuk abdi negara itu mendapat dukungan dari Kementerian Agama (Kemenag). Kementerian yang dipimpin Yaqut Cholil Qoumas itu juga mendorong penerbitan Perpres tentang kewajiban ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN serta BUMD untuk menunaikan zakat penghasilan dan jasa.

BACA JUGA: Bertemu Jokowi, Baznas Minta Dukungan Tarik Zakat ASN dan Pegawai BUMN

“Pada prinsipnya kami di Kementerian Agama, pasti bersama-sama Baznas mendorong Perpres Zakat ASN ini segera diwujudkan,” kata Menag Yaqut. Dia menjelaskan pemerintah sedang menyelesaikan draf perpresnya. Tetapi dalam proses ini butuh waktu. Terutama penyesuaian pasal per pasalnya, maupun hal-hal substantif lainnya.

Menurut dia untuk menggali potensi zakat nasional sebesar Rp 230 triliun, perlu ada terobosan pengumpulan zakat. Apalagi sampai saat ini pengumpulan zakat baru sekitar Rp 10 triliunan di 2020 lalu. “Pekerjaan rumah tidak mudah,” katanya. Terutama bagaimana membangun kesadaran umat Islam yang mampu untuk berzakat. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung