Home

BPS Mencatat Kunjungan Wisman ke Batam Ada 158 Kunjungan

batampos.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Kota Batam sepanjang Feb-ruari 2021 sebanyak 158 kunjungan. Jumlah ini merosot jauh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang capai 95.270 kunjungan.

Bila dibandingkan jumlah wisman pada bulan sebelumnya, dimana jumlah wisman pada Desember 2020 sebanyak 261 kunjungan atau mengalami penurunan 39,46 persen.
Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, turunnya jumlah kunjungan wisman ke Batam tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang memberi dampak terhadap sektor pariwisata di Kota Batam.

”Dampaknya sangat luar biasa. Tak hanya sektor pariwisata dan sektor-sektor lainnya ikut berdampak,” ungkap Rahmad, Minggu (4/4/2021).

Advertisement

Selain itu, masih berlakunya larangan bepergian yang berlaku di beberapa negara sehingga dampaknya sangat besar terhadap sektor pariwisata di Kota Batam.
Wisman yang berkunjung ke Batam pada Januari 2021 adalah wisman berkebangsaan Singapura dan Malaysia dengan persentase masing-masing sebesar 3,59 persen dari total jumlah wisman Januari sampai dengan Februari 2021.

Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau pada Januari 2020 rata-rata 27,99 persen atau naik 3,58 poin dibanding TPK Januari 2020 yang tercatat sebesar 24,41 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Kepri pada Januari 2021 adalah 1,82 hari atau naik 0,20 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2020.

Pelabuhan Internasional Batam Center Sepi

Pelabuhan Internasional Batam Center.
foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

Sementara itu, aktivitas di Pelabuhan Internasional Batam Center terpantau sepi, Senin (5/4). Tidak ada tanda-tanda peningkatan penumpang, baik di kedatangan maupun di keberangkatan.

Manajer Operasional Pelabuhan Internasional Batam Center, Nika Astaga, mengatakan, hingga tri semester pertama 2020, aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang masih sepi. Hal itu dikarenakan masih adanya pembatasaan jalur masuk Singapura dan Malaysia.

”Masih sama sejak pandemi Covid-19, tak ada peningkatan,” ujar Nika kepada Batam Pos, Senin (5/4).

Dikatakannya, jalur keluar masuk Pelabuhan Internasional menuju Singapura masih didominasi pekerja memiliki permit. Sedangkan jalur ke Malaysia didominasi pekerja migran indonesia (PMI) yang dideportasi.

”Kalau dari Singapura masih ada, jumlahnya tak banyak. Kalau dari Malaysia cuma yang datang saja dan itu statusnya PMI yang dideportasi,” imbuh Nika.

Menurut dia, untuk kapal tujuan Singapura – Batam dan sebaliknya itu hanya satu kapal per hari. Sedangkan kapal Malaysia-Batam jadwalnya tidak setiap hari.

”Penumpang ke Singapura atau datang, itu paling belasan orang. Khusus Malaysia itu cuma untuk kapal datang yang membawa PMI yang dideportasi, jumlahnya berbeda beda, ada 120 orang, ada 50 orang,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra / Yashinta
Editor : Andriani Susilawati