Nasional

Cakupan Vaksinasi Lansia Baru 8,2 Persen

Petugas tengah melakukan vaksinasi Covid-19 pada para lansia di maha Vihara Duta Maitreya di Bukit Beruntung, Seipanas, Batam, Selasa (30/3). (F. Iman Wachyudi/Batam Pos)

batampos.id – Cakupan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Indonesia baru 8,2 persen atau baru 1,73 juta perkemarin (6/4). Pemerintah menginginkan perangkat desa agar lebih proaktif dan mendata jumlah lansia di wilayahnya.

Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk 21,5 juta lansia. Lansia masuk dalam gelombang kedua vaksinasi Covid-19. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakam bahwa banyak propinsi yang cakupan vaksinasi untuk lansia berada dibawah 10 persen.

“36 kabupaten/kota belum memulai vaksinasi untuk lansia,” tuturnya kemarin (6/3).

Advertisement

Menurut Nadia ada beberapa penyebab cakupan vaksinasi lansia berjalan lambat. Beberapa tempat yang memfokuskan ke pelayan publik. Selain itu ada lansia yang takut keluar rumah. Penyebab lainnya adalah tidak diperbolehkan oleh anggota keluarga.

Mengatasi hal ini, Kemenkes mencoba memberikan akses untuk memudahkan lansia. “Lansia bisa mendatangi pos-pos pelayanan ataupun sentral vaksinasi tanpa perlu keterangan domisili lagi,” ujarnya. Dengan cara ini diharapkan pada akhir Juni nanti cakupan vaksinasi untuk lansia setidaknya mencapai 90 persen.

BACA JUGA: Menkes Janjikan Vaksinasi Covid-19 di Bulan Juli Bakal 3 Kali Lebih Cepat

Sentra vaksinasi berada di puskesmas. Beberapa organisasi kemasyarakatan maupun organisasi keagamaan juga menyelenggarakan vaksinasi tersebut. Dengan dibukanya sentra vaksinasi ini diharapkan didukung juga keinginan untuk melakukan vaksinasi.

Keluarga diharapkan memberikan dukungan maupun akses kepada lansia untuk divaksin. Selain itu perangkat desa seperti lurah dan RT juga bisa melakukan persuasi pada lansia di wilayahnya.

Akselerasi vaksinasi terhadap lansia memang diperlukan. Selain karena angka partisipasinya sedikit, lansia juga berisiko pada masa pandemi ini. Angka kesakitan dan kematian Covid-19 pada kelompok lansia cukup tinggi.

Ketua Komnas KIPI Prof dr Hindra Irawan Satari menyatakan vaksinasi Covid-19 telah mencakup 145 juta jiwa di seluruh dunia dan tidak berbahaya. “Memang sudah ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dilaporkan,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

KIPI menurutnya merupakan hal yang wajar sebab vaksin merupakan produk biologi yang diberikan kepada tubuh. “Ini terjadi pada setiap imunisasi yang artinya vaksin tersebut aman dan dapat diberikan bagi lansia,” imbuhnya.

Wakil Presiden Ma’ruf menyampaikan sampai 31 Maret telah dilakukan vaksinasi sebanyak 8 juta orang. Dari jumlah tersebut sekitar 3,6 juta orang telah memperoleh vaksinasi lengkap. Jumlah tersebut setara dengan 1,3 persen penduduk Indonesia.

“Secara keseluruhan telah disuntikkan lebih dari 11,6 juta dosis vaksin,” katanya. Dengan capaian terebut Indonesia masuk dalam sembilan besar negara yang telah melaukkan vaksinasi Covid-19. Meskipun jumlah dosis yang sudah disuntikkan besar, tetapi rasio vaksinasi per 100 orang penduduk di Indonesia masih di bawah angka dunia.

Ma’ruf menyampaikan saat ini rasio dosis vaksin per 100 penduduk di Indonesia baru sekitar 4,2 orang. Itu artinya dari seratus orang, yang sudah divaksin masih 4,2 orang. Angka rasio ini jauh di bawah dunia yaitu 7,4 orang per 100 penduduk. “Ini karena jumlah penduduk kita besar,” jelasnya.

Dia berharap akhir tahun ini vaksinasi Covid-19 dapat diberikan ke 181 juta orang atau sekitar 70 persen penduduk Indonesia. Supaya bisa mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Olehkarena itu, tantangan yang sekaligus menjadi tugas kibta bersama untuk menyampaikan informasi yang benar dan massif,” katanya.

Selain itu mengajak masyarakat untuk menerima vaksinasi Covid-19. Sejauh ini vaksinasi yang dilakukan telah teruji mampu menahan laju penyebaran Covid-19. Kemudian juga telah teruji keamanan oleh BPOM dan dinyatakan boleh digunakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung