Ekonomi & Bisnis

Covid-19 Menghantam Ekonomi 170 Negara, Termasuk Amerika Serikat

Ilustrasi: Kondisi mal di Jakarta yang sepi pengunjung. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Wabah Covid-19 mematikan menyerang tak pandang bulu, bahkan negara maju seperti Amerika Serikat (AS) pun memasuki jurang resesi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, terpuruknya kondisi perekonomian yang disebabkan oleh krisis kesehatan merupakan yang terparah sejak 150 tahun terakhir. Hal itu karena semua negara terpaksa mengambil kebijakan yang bukan hanya mengatasi masalah kesehatan, tapi juga ekonomi dan sosial warga negaranya.

“Covid-19 ini memaksa dan membuat semua negara harus memformulasikan kebijakan, tidak hanya di ekonomi tapi di kesehatan dan sosial,” ujarnya secara virtual, Selasa (6/4).

Advertisement

Indonesia sendiri, lanjutnya, juga melakukan kebijakan yang luar biasa dalam penanganan dampak pandemi. Berbagai kebijakan pembatasan seperti Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) telah menyebabkan ekonomi nasional kontraksi 5,32 persen pada kuartal II. Ini terbesar sejak krisis keuangan 1997-1998.

BACA JUGA: Resesi Terburuk Sejak Merdeka, Ekonomi Singapura Merosot ke Angka 5,8 Persen di 2020

“Jadi kita termasuk dalam 170 negara yang mengalami kontraksi, sebab sepanjang 2020 kita kontraksi 2,07 persen,” tambah dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, meskipun demikian kontraksi ekonomi yang dialami Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain, di ASEAN misalnya. Filipina contohnya mengalami kontraksi paling dalam mencapai 9,6 persen, Singapura kontraksi enam persen, Malaysia kontraksi 5,8 persen.

Dampak dari pandemi Covid-19 melahirkan konsekuensi pengangguran, peningkatan kemiskinan, dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung