Bintan-Pinang

Deby, Istri Bupati Bintan Datangi Ruang Pemeriksaan Polres Tanjungpinang, KPK Periksa Enam Saksi 

Istri Bupati Bintan, Deby Maryanti mendatangi saat keluar dari Ruang Pemeriksaan KPK di Mapolres Tanjungpinang. (F. Yusnadi Nazar/batampos.id)

batampos.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Kabupaten Bintan Tahun 2016 – 2018. Penyidik anti rasuah kembali memeriksa enam orang saksi di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (7/4/2021).

BACA JUGA: Giliran Muhammad Yatir, Azirwan, dan Yuhendri Putra Diperiksa KPK di Mapolres Tanjungpinang

Pantauan di Mapolres Tanjungpinang, tampak juga istri Bupati Bintan, Deby Maryanti mendatangi ruang pemeriksaan sekitar pukul 11.30 WIB. Namun sekitar 15 menit kemudian Deby keluar dari ruang pemeriksaan. Belum diketahui maksud dan tujuan Ketua PKK Bintan ini mendatangi Mapolres Tanjungpinang. Ditanya terkait kedatangannya, Deby enggan memberikan keterangan kepada wartawan.

Advertisement

Sementara itu, Plt Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri mengatakan saat ini, pihaknya memeriksa enam orang saksi di Mapolres Tanjungpinang terkait dugaan korupsi tersebut. Ali menjelaskan enam saksi yaitu Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Kepri dan Sekretaris Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Sekretaris Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun, Syamsul Bahrum. Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Bintan, Setia Kurniawan. “Penyidik memeriksa Ismail, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bintan sejak Februari 2019,” terang Ali.

Selain itu, penyidik KPK juga memeriksa Direktur CV Three Star Bintan, Agus. Direktur CV Three Star Bintan Cabang Tanjungpinang, Bobby Susanto. “Manager PT Adhi Mukti Persada Grup PT Putra Jaya Sampurna 2016 – 2020 Aknes Tambun juga diperiksa,” kata Ali.

KPK memastikan akan terus menginformasikan kepada publik setiap perkembangan penanganan perkara ini, baik terkait konstruksi perkara, alat bukti dan tersangka beserta pasal sangkaannya. (odi)