Ekonomi & Bisnis

Jangan Sampai Investor Sudah Berniat, namun Realisasi Investasinya di Negara lain

ILUSTRASI: Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) berdiri megah di Kompleks Tiban Ayu, Batam, Minggu (8/2/2015). F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Upaya untuk menggairahkan perekonomian nasional dengan mendorong realisasi investasi, baik yang berasal dari investor dalam negeri (PMDN) maupun global (PMA) terus dilakukan pemerintah.

Salah satunya melalui berbagai stimulus pajak yang diharapkan dapat berujung pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Pusat Penelitian Bidang Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho mengatakan, pemerintah perlu mendampingi dan memfasilitasi mereka dalam merealisasikan investasinya, serta menyelesaikan hambatan yang menjadi kendala. Jangan sampai investor sudah menyatakan minatnya, namun realisasinya berinvestasi di negara lain.

Advertisement

“Seperti Tesla yang awalnya dikabarkan akan membangun pabrik mobil listrik di Indonesia, namun akhirnya lari ke India,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (6/4).

Agus menyebut, fasilitas insentif yang diberikan pemerintah sebenarnya sudah sangat kompetitif dengan negara lain. Misalnya keringanan pajak atau super tax deduction untuk industri-industri tertentu. Namun jika memang investasi itu memberikan multiplier effect yang besar, bisa saja diberikan fasilitas pajak lainnya.

Menurutnya, hal itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam memoles kondisi investasi kita. “Tinggal bagaimana kecepatan respon dari pemerintah dalam memberikan pelayanan tersebut,” ucapnya.

Ia memaparkan, terkait investasi ini perlu melibatkan banyak koordinasi antar lembaga pemerintah. Misalnya jika itu terkait pajak, maka lembaga yang melakukan koordinasi mulai Kementerian Keuangan, BKF, BKPM, Kementerian Perindustrian, dan lainnya yang berada di bawah Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dan Investasi (Marves) dan Kemenko Perekonomian.

“Nah komunikasi dan koordinasi antarlembaga dan kementerian ini harus konkrit dan cepat dalam merespons perubahan struktur tax rate terhadap sektor-sektor tertentu yang memang membutuhkan,” katanya.

Lebih jauh, Agus memaparkan, saat ini sejatinya banyak peluang investasi yang dapat ditawarkan kepada investor. Misalnya terkait dengan produk-produk yang berkaitan dengan Covid-19 atau Kesehatan. Selain itu juga ada industri terkait inovasi dan teknologi.

“Investasi-investasi ini memiliki arah yang konkrit dan dapat memfasilitasi perubahan konsumsi masyarakat yang saat ini trennya memang mengalami perubahan,” ujarnya.

BACA JUGA: Emas Digital Menjadi Investasi Bermanfaat dan Memiliki Prospek Menjanjikan

Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat melalui efektivitas vaksin Covid-19. Dengan memberikan kenyakinan mengenai program vaksin dapat mendorong konsumsi masyarakat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh LIPI, saat ini masyarakat lebih memilih melakukan saving dibandingkan spending atau konsumsi. “Dengan memberikan confidence mengenai vaksin ini, maka akan mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi,” ucap Agus.

Iya menambahkan, tingkat konsumsi masyarakat ini cukup penting sebab menjadi salah satu magnet Indonesia sebagai tujuan investasi adalah potensi pasarnya yang besar. “Mereka masuk untuk memenuhi keutuhan pasar itu,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung