Nasional

KUA Harus Bertransformasi Menjadi Sentra Layanan Keagamaan

ILUSTRASI: Kartu nikah sebagai pelengkap buku nikah yang diterbitkan Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia. (F. JawaPos.com)

batampos.id – Kantor urusan Agama (KUA) kini harus bertransformasi menjadi sentra layanan keagamaan yang kredibel dan berkualitas. Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin.

menurutnya upaya ini sangat beralasan karena peranan KUA selama ini sangat fundamental dalam memberikan layanan keagamaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Karena itu, sesuai arahan Menag Yaqut Cholil Qoumas, pihaknya akan melakukan transformasi layanan publik KUA melalui program Revitalisasi KUA.

“Jadi kita ingin KUA tidak lagi terbatas sebagai tempat pencatatan nikah, namun juga sebagai pusat pengembangan ekonomi umat, rumah moderasi beragama, konsultan keluarga, tempat bertanya dan rujukan serta laboratorium penyelesaian masalah keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya dalam keterangannya, Rabu (7/4).

Advertisement

BACA JUGA: Kemenag: Tak Ada Toleransi bagi KUA yang Lakukan Pungli

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan langkah-langkah dan anggaran yang sangat besar. “Tapi dari itu semua yang paling dibutuhkan adalah usaha yang sungguh-sungguh, komitmen dan tanggung jawab kita semua untuk mewujudkan itu,” terangnya.

Di antara usaha untuk mendiversifikasi fungsi KUA, yang paling penting dilakukan adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang ada pada KUA terutama penghulu dan penyuluh agama Islam. Keduanya harus ditingkatkan kapasitasnya karena sebagai pemain utama di KUA yang akan menjalankan fungsi Kemenag di tingkat kecamatan.

Dirjen mencontohkan peran strategis penyuluh dalam membangun ekonomi umat melalui literasi zakat dan wakaf. Sebab, penyuluh memiliki majelis taklim binaan.

“Jumlah penyuluh kita sebanyak 50.000 orang dan masing-masing penyuluh rerata memiliki dua majelis taklim binaan. Bayangkan ada berapa orang anggota di mejelis taklim. Ini potensi yang sangat dahsyat ketika hal itu bisa dikapitalisasi,” tutupnya. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung