Politika

Kubu Moeldoko Gugat AD/ART dan Ganti Rugi Rp 100 M

Sekjen Partai Demokrat versi KLB Jhonny Allen (kanan) berbincang dengan Politisi Partai Demokrat versi KLB Darmizal (kiri) saat konferensi pers terkait urgensi KLB Sibolangit di Jakarta, Kamis (11/3/2021). Dalam keterangannya Jhonny mengatakan pengurus versi KLB akan melaporkan AHY ke kepolisian atas dugaan pemalsuan mukadimah AD/ART partai. (F. Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos.id – Partai Demokrat kubu Moeldoko resmi melayangkan gugatan hukum. Setelah hasil kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang ditolak pemerintah, kubu Moeldoko kini mempermasalahkan AD/ART Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Muhammad Rahmad, juru bicara kubu Moeldoko, menyatakan bahwa gugatan itu telah didaftarkan di PN Jakpus. Pihaknya tetap bertahan dengan argumen bahwa AD/ART hasil Kongres Partai Demokrat 2020 di Jakarta melanggar Undang-Undang (UU) Partai Politik, baik secara formil maupun materiil.

”(Kami) meminta PN membatalkan akta notaris AD/ART 2020 beserta susunan pengurus DPP,” jelas Rahmad kemarin (6/4).

Advertisement

Di samping itu, gugatan mencantumkan permintaan ganti rugi ke Partai Demokrat kubu AHY. Tak tanggung-tanggung, nilai yang mereka ajukan adalah Rp 100 miliar. Rahmad menjelaskan, ganti rugi tersebut berkaitan dengan uang yang selama ini mereka klaim telah disetorkan dari DPD-DPC ke DPP Partai Demokrat.

”Meminta kubu AHY ganti rugi Rp 100 miliar dan uang itu (akan) kami berikan ke seluruh DPD dan DPC se-Indonesia yang selama ini sudah menyetor ke pusat (DPP),” lanjut Rahmad.

BACA JUGA: Helmy Gagas Syukuran Pasca Pemerintah Tolak Demokrat Versi KLB

Terpisah, Partai Demokrat kubu AHY tidak berkomentar banyak terkait gugatan itu. Sebab, kubu AHY juga tengah dalam proses menunggu kelanjutan gugatan melawan kubu Moeldoko yang sudah dimasukkan ke PN Jakpus pada 12 Maret lalu. Sidang perdana sudah berlangsung pada 31 Maret.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan, sebaiknya kubu seberang tidak terus-menerus memanfaatkan nama Demokrat.

”Mereka hanya mengaku (Partai Demokrat) saja, tidak relevan bicara tuntutan mereka,” jelasnya kemarin.

AHY sebelumnya menyampaikan bahwa kisruh internal Partai Demokrat di satu sisi juga membawa dampak baik. Yakni meningkatkan soliditas internal. AHY siap memaafkan para kader yang ketahuan membelot. Namun, dia tidak akan melupakan begitu saja keterlibatan mereka dalam KLB. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung