Nasional

Pemerintah Siapkan Protokol Kesehatan Terkait Ibadah Haji 1442 H

Jamaah haji melaksanakan tawaf dengan menjaga jarak kemarin (29/7/2020). Tidak ada yang diizinkan menyentuh atau mencium Ka’bah. (F. Kementerian Arab Saudi)

batampos.id – Meski belum ada kepastian terkait pelaksanaan Ibadah Haji 1442 H, pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan. Salah satu persiapan utama terkait dengan protokol kesehatan pelaksanaan ibadah haji.

Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan berbagai tahapan protokol kesehatan untuk diikuti oleh para jamaah haji. Mulai dari berangkat hingga pulang beribadah.

“Untuk penerapan protokol kesehatan pada saat perjalanan haji, di mana harus dilaksanakan pada semua tahap perjalanan haji guna memperkecil proses penularan Covid-19 ini,” jelas dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (6/4).

Advertisement

Yang pertama adalah menyediakan transportasi yang sudah disterilisasi dari kabupaten/kota ke asrama haji. Setelahnya, para jamaah haji akan dikarantina sebelum keberangkatan.

“Di asrama haji itu 5 hari (karantina), 1 kamar diharapkan hanya untuk 2 orang, kemudian dilaksanakan pemeriksaan Swab PCR dan Antigen,” ujarnya.

BACA JUGA: Terkait Pelaksanaan Ibadah Haji 2021, Kemenag Batam Tunggu Informasi dari Pusat

Saat keberangkatan, para jamaah di pesawat juga harus berjarak. Kapasitasnya maksimal 70 persen dari total bangku, serta harus menjaga jarak. Setelah tiba di hotel Saudi, para jamaah juga akan melakukan karantina 3 sampai dengan 5 hari, di mana satu kamar hanya untuk 2 orang.

“Pemeriksaan fisik ataupun swab antigen di Saudi itu dilakukan sebelum ibadah, sekali lagi juga diperlukan disediakan ruangan isolasi di hotel-hotel diperlukan untuk dipersiapkan ruangan isolasi, harus memenuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Pada saat melakukan ibadah, jamaah wajib menerapkan protokol kesehatan tanpa terkecuali untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Ketika kembali ke Tanah Air, jamaah akan kembali dikarantina selama 5 hari dan akan dilakukan pemeriksaan Swab PCR dan Antigen.

“Jadi artinya memang tahapan-tahapan ini adalah tahapan-tahapan yang mesti kita lakukan mengingat protokol kesehatan memang mengharuskan untuk dilaksanakan proses tahapan tahapan proses ini,” pungkas dia. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung