Ekonomi & Bisnis

Sri: Jika Bunga Bank Nol Persen Itu Bukan Riba

ILUSTRASI: Uang rupiah. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati angkat bicara soal persepsi riba yang kerap kali muncul dalam industri keuangan, utamanya dalam hal penyaluran kredit.

Sri Mulyani berpikir, jika bunga nol persen atau negatif saja masih disebut riba, maka tentu pandangan yang menganggap bunga sama dengan riba didasarkan pada pemahaman yang tidak lengkap. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun berharap hal-hal tersebut dapat menjadi bahan diskusi para ekonom syariah.

Sri Mulyani menuturkan, aktivitas pinjam meminjam sebetulnya diperbolehkan dalam Islam. Akan tetapi, dalam aktivitas tersebut, semua pihak haruslah mengutamakan keadilan.

Advertisement

Sebab, Islam mengajarkan bahwa keadilan adalah hal yang utama. Sehingga dalam perkara pinjam meminjam, harus dilakukan secara terukur, dicatat, dan digunakan dengan menggunakan unsur kehati-hatian.

BACA JUGA: Sri Ajak Masyarakat Laporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi secara Daring

“Di dalam Quran, pinjam-meminjam boleh, tapi harus diadministrasikan, dicatat baik, digunakan hati-hati,” ujarnya secara virtual, Selasa (6/4).

Sementara itu soal bunga pinjaman yang disebut-sebut sebagian orang sebagai riba, Sri Mulyani menjelaskan, saat ini suku bunga global mendekati 0 persen atau bahkan negatif di beberapa negara di Eropa. Artinya hampir tidak ada keuntungan yang diambil dari kredit tersebut.

“Seolah kalau bicara utang identik dengan riba,” ucapnya.

Dia melihat, ekonom syariah memiliki kemampuan teknis analisis dan kontribusi di dalam perekonomian Indonesia. Maka Sri Mulyani berharap hasil pemikiran para ekonom syariah dapat dikomunikasikan dan didiskusikan kepada masyarakat, utamanya terkait hukum berutang. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung