Metropolis

Boleh Buka Bazar Ramadan

batampos.id – Pemerintah Kota Batam kembali mengeluarkan izin untuk membuka bazar Ramadan selama bulan suci Ramadan yang akan jatuh 13 April mendatang. Hal ini disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, usai membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang), Selasa (6/4/2021).

“Silakan buka, kegiatan ini sudah diperbolehkan. Nanti akan diatur oleh camat, lurah, dan penyedia tempat, agar kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes) pastinya,” kata dia.

Ia menyebutkan, pembukaan bazar Ramadan ini bertujuan untuk mengembalikan geliat ekonomi bagi pelaku usaha yang selama satu tahun belakangan ini kesulitan, akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, agar bazar ini bisa berjalan dengan baik, dan tidak menimbulkan persoalan atau penyebaran, semua harus bekerja sama untuk memastikan protkes ini jalan.

Advertisement

“Mari kita saling jaga, karena kalau semua patuh protokol kesehatan, semua akan aman dan lancar, begitu juga dengan bazar Ramadan ini,” ujarnya.

Ia meminta kepada camat untuk memperhatikan titik-titik lokasi pelaksanaan bazar, dan harus dipantau dan diawasi, agar tidak melanggar aturan. “Jadi, tetap diawasi, nanti ada tim yang keliling memantau pelaksanaan bazar ini.”

Rudi berharap pembukaan kembali bazar ini bisa menjadi salah satu sumber ekonomi bagi masyarakat yang masih berjuang menghadapi Covid-19. Saat ini pemerintah juga masih berjuang menangani persoalan Covid-19.

“Tren masih turun naik. Sekarang fokus kita bagaimana kasus ini bisa selesai dan zero,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, bazar Ramadan tersebut diperbolehkan namun tidak boleh ramai dan ada kerumunun, yaitu jumlah pedagang dan pengunjung setiap titik bazar, tidak boleh sebanyak saat ramadan sebelum pandemi.

“Jumlahnya 50 persen dari sebelumnya, itulah yang kami sepakati. Ekonomi masyarakat bergerak, tapi tetap perhatikan prokol kesehatan,” katanya, Selasa (6/4/2021).

Gustian menyampaikan, tidak setiap pengajuan dapat diberikan izin mendirikan bazar. Disperindag, kata Gustian, akan meninjau dulu apakah rancangan atau tata letak bazar sesuai protkes.

“Layout tempatnya bagaimana, sesuai apa tidak,” ungkapnya.

Kabid pasar Disperindag Kota Batam, Zulkarnaen, menambahkan bahwa banyak syarat yang harus dipenuhi, untuk membuka bazar ramadan saat pandemi. Syarat paling utama yakni penerapan protkes dengan baik dan benar. Lalu, ada petugas yang mengatur dan mengimbau pengujung, apabila terjadi pelanggaran protkes.

“Jadi macam ini, sebelum masuk bazar cek suhu dan wajib pakai masker. Pengunjung suhunya tinggi, tak boleh masuk. Lokasi bazar harus dipagari, ada pintu masuk dan keluarnya,” ungkap Zulkarnaen.

Pengawasan bazar akan melibatkan instansi terkait lainnya, seperti TNI dan Polri. Tim gabungan terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri, akan melakukan patroli dan pengawasan terhadap titik pelaksanaan bazar.

Zulkarnaen berharap bazar ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan tidak menjadi sumber penyebaran Covid-19.

“Apabila ada pelanggaran, sanksinya sangat tegas. Kami langsung tutup bazarnya. Jadi jangan berkerumun, tidak pakai masker, kami minta ke penjual sediakan pamflet yang bertuliskan nomor telepon. Jadi bisa pesan secara online,” ucapnya.

Zulkarnaen mengaku pelaksanaan bazar ini sudah disosialisasikan ke kecamatan. Disperindag, kata Zul, menunggu informasi lebih lanjut dari kecamatan, terkait rencana lokasi bazar.

Camat Batam kota, Aditya Guntur Nugraha, mengatakan, lokasi bazar di wilayahnya sudah dilaporkan ke Disperindag sebanyak 21 titik. Tapi, ia belum mengetahui apakah disetujui semua atau tidak.

“Lokasi-lokasi itu berdasarkan pendataan bazar sebelum pandemi,” tuturnya.
Aditya menyatakan bahwa pengurusan izin bazar bisa melalui kecamatan dan akan didampingi hingga ke Disperindag. Pihaknya bukan pengambil keputusan lokasi-lokasi bazar.

“Semuanya berdasarkan arahan Disperindag atau Tim Gugus Tugas,” ungkapnya.

Batam Wonderfood Ramadan

Foto: Humas Pemko Batam untuk Batam Pos
Taman Dang Anom.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, tahun ini akan kembali menggelar Batam Wonderfood Ramadan. Rencananya, kegiatan ini digelar di Taman Dang Anom, tepatnya di Jalan Sudirman yang berada di tepi jalan layang Laluan Madani, Batam Center.

Dipilihnya Taman Dang Anom, karena lokasinya yang luas dan memiliki lahan parkir yang memadai. Selain itu, taman ini juga memiliki spot foto yang instagramable, di antaranya sayap burung garuda, menara hias setinggi 11 meter, payung hias serta fasilitas penunjang lainnya sehingga cocok jadi tempat berswafoto dan berbuka puasa bersama keluarga, teman, atau rekan kerja.

“Taman Dang Anom akan seru untuk nongkrong sambil menikmati takjil saat Ramadan,” katanya.

Ardi menyampaikan, kegiatan bazar tersebut berlangsung dengan menerapkan protkes sesuai anjuran pemerintah, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer serta menjaga jarak.

“Batam Wonderfood Ramadan 2021 masih mengusung tema “Jom Balek Kampong,” berasal dari Bahasa Melayu, yang artinya ajakan pulang kampung.

Sesuai dengan tema, makanan yang dijual adalah makanan khas kampung, seperti lemang, dodol, juadah, kue-kue tradisional, dan makanan berat yang mengenyangkan. Khusus lemang masak di tempat,” tambah Ardi. (***)

 

 

Reporter : YULITAVIA / FISKA JUANDA
Editor : Andriani Susilawati