Bintan-Pinang

Karimun Langka Gas Elpiji 3 Kilogram, SPPBE Tanjunguban Sebut Penyaluran Normal

Ribuan tabung berisikan gas elpiji yang akan diangkut dua kapal untuk kebutuhan masyarakat Karimun masih tertahan di Pelabuhan Gentong, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Bintan, Jumat (5/3/2021).
F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.id – Masyarakat Karimun, Kepulauan Riau mengeluhkan sulit mendapat gas elpiji 3 kilogram. Seperti diketahui, gas elpiji 3 kilogram untuk Karimun didatangkan dari Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) Tanjunguban, Bintan. Menanggapi hal ini, Plan Manager Operasional Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) Tanjunguban, Sumardi mengatakan, sejauh ini penyaluran tabung gas elpiji ke Karimun normal.

BACA JUGA: ASN di Karimun Tak Bisa Lagi Pakai Gas Elpiji 3 Kg

Dalam sehari, sekira 11 sampai 12 loading order (LO) atau sekira 6.160-6.720 tabung gas disalurkan ke Karimun dari pelabuhan Gentong, Tanjunguban.

Advertisement

“Karimun ada 5 agen, sehari rata-rata 11 sampai 12 LO. Satu kapal beragam muatan ada 7 sampai 9 LO,” ujarnya ditemui usai Tim Satgas Migas Bintan melakukan pemantauan pasokan gas elpiji 3 kilogram di SPPBE Tanjunguban, Rabu (7/4/2021).

Dia mengatakan, alokasi yang diberikan dari Pertamina ke agen selalu disalurkan ke Karimun. Akan tetapi, katanya, terkadang dalam sehari ada kapal tidak sandar di pelabuhan Tanjunguban. “Ada hari tertentu kapal tidak masuk Tanjunguban, mungkin kendala di transportasi, di kita tidak ada masalah. Ada agen masuk, kita hanya melayani, menyalurkan sama seperti SPBU,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul