Nasional

Kemenhub Keluarkan Maklumat Terkait Cuaca Ekstrem

Warga mencari barang-barang berharga di antara puing bangunan dan kapal-kapal rusak di Pelabuhan Kupang, NTT, kemarin. (F. jawapos.com)

batampos.id – Perkembangan Siklon Tropis Seroja, mengakibatkan sejumlah gelombang dinggi di berbagai wilayah kelautan. Karenanya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Maklumat Pelayaran Nomor 44/PHBL/2021 tanggal 6 April.

Maklumat Kemenhub ini terkait dengan perihal waspada bahaya cuaca ekstrem dalam tujuh hari ke depan.

”Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal, diinstruksikan kepada seluruh syahbandar agar meningkatkan pengawasan keselamatan dan memantau kondisi cuaca setiap hari. Serta menyebarluaskan hasil pemantauan kepada pengguna jasa,” ujar Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad kemarin.

Advertisement

Jika kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran, Ahmad meminta syahbandar tidak menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB). Kegiatan bongkar muat barang juga harus diawasi secara berkala agar tertib dan lancar.

BACA JUGA: Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Sekat 300 Titik Lokasi

Selain itu, nakhoda juga memiliki kewajiban untuk memantau kondisi cuaca, baik sebelum maupun selama berlayar. Hal tersebut penting agar nakhoda dapat mengantisipasi, mencatat, dan melaporkannya kepada stasiun radio pantai alias SROP terdekat.

”Apabila saat berlayar terjadi cuaca buruk, kapal harus segera berlindung di tempat yang lebih aman dan segera melaporkannya kepada syahbandar dan SROP terdekat,” imbuhnya.

Ahmad berharap tidak ada kejadian kecelakaan kapal yang disebabkan cuaca buruk dan gelombang tinggi. Namun, kapal patroli KPLP dan kapal navigasi tetap disiagakan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di laut. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung