Nasional

Korban Banjir Bandang NTT Jadi 138 Meninggal, 61 Hilang

Warga mengevakuasi korban banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, Minggu (5/4). (F. jawapos.com)

batampos.id – Jumlah korban jiwa bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur kian meningkat. Hingga saat ini sudah 138 jiwa meninggal dunia dan 61 orang belum diketahui keberadaannya.

“Total meninggal dunia mencapai 138 orang dan hilang 61 jiwa,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam konferensi, Rabu (7/4).

Jenderal TNI bintang tiga ini merinci jumlah korban meninggal dunia dan hilang yang tersebar di beberapa kabupaten. Menurutnya, Kabupaten Flores Timur sebanyak 67 orang meninggal dan 6 orang hilang.

Advertisement

Sementara itu di Kabupaten Alor, 25 orang meninggal dan 20 orang hilang masih hilang. Kemudian, Kabupaten Malaka 4 orang meninggal dunia, serta Kabupaten Kupang 5 orang dinyatakan juga dinyatakan meninggal dunia.

Kabupaten Lembata sebanyak 32 orang meninggal dan 35 orang hilang. Kabupaten Sabu Raijua ada 2 orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Korban Banjir Bandang NTT Capai 84 Jiwa, 71 Dinyatakan Hilang

“Di Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, dan Kota Kupang masing-masing 1 orang meninggal dunia,” ucap Doni.

Doni memyampaikan, pihaknya mengalami kendala dalam pencarian korban hilang akibat banjir bandang. Menurutnya, kurangnya alat berat menjadi kendali pencarian korban.

“Walaupun sudah disiapkan, tetapi belum bisa kirim ke tujuan. Pertama di Adonara dan juga di Alor, sedangkan di Lembata masih diupayakan sejumlah perusahaan yang sedang mengerjakan pekerjaan jalan untuk dikerahkan dimobilisasi menuju ke sasaran,” pungkas Doni. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung