Properti

Natural-Industrial Rumah Kertomenanggal Berpusat pada Taman Kering 

Taman kering yang terhubung dengan ruang tamu di lantai 1 dan balkon di lantai 2. Cahaya matahari dan udara mengalir ke seluruh penjuru ruangan. f. ALLEX QOMARULLA/JAWA POS

batampos.id – Hunian dengan arsitektur bergaya industrial masih difavoritkan. Jika menginginkan industrial look, tapi tidak ingin kesan rumah terlalu raw dan maskulin, karya Andy Rahman di kawasan Kertomenanggal, Surabaya, ini bisa ditengok.

Tampak luar Rumah Kertomenanggal didominasi warna putih dan abu-abu yang dikolaborasikan dengan material bata ekspos yang di-coating natural doff. Andy mengatakan, desain awal rumah itu tidak menggunakan bata ekspos. ’’Awalnya konsepnya hitam, putih, dan abu-abu saja,’’ kata Andy kepada JPGROUP pada Kamis (25/3).

Namun, pemilik rumah tersebut jatuh cinta dengan penataan bata yang menjadi ciri khas arsitektur Andy. Misalnya, pada Omah Boto di kawasan Sidoarjo, rumah rancangan Andy yang paling banyak menggunakan material bata ekspos. Alhasil, dibuatlah fasad dengan bata ekspos yang disusun menghasilkan dinding berlubang yang unik.

Advertisement

Meski begitu, Andy berusaha mempertahankan permintaan klien yang menginginkan rumah dengan nuansa bersih ala Jepang. Maka, dia tidak menjadikannya seratus persen industrial. Melainkan mengolaborasikannya dengan konsep modern dan minimalis. Warna putih pun mendominasi interior. Dipadukan lantai marmer berwarna abu-abu agar kesan industrial tidak hilang.

Pusat dari rumah seluas 250 meter persegi itu adalah sebuah taman kering. Area tersebut terhubung langsung dengan balkon di lantai 2 dengan area ruang tamu di lantai 1. Bagian atas taman dibiarkan terbuka. Dengan begitu, sinar matahari dan udara bisa bersirkulasi dengan sangat baik. Terlebih, Andy mengaplikasikan jenis jendela lipat yang bisa dibuka maksimal.

’’Siang enggak perlu lampu. Udaranya juga enak ke seluruh ruangan,’’ ujar Andy.

Sesuai namanya, taman itu tidak diisi dengan rumput hijau dan tanaman yang terlalu banyak. Sebagai gantinya, tanah dan kerikil diaplikasikan di sana.

BACA JUGA: Hanya 10 Industri dari 39 Produsen Keramik yang Mampu Membuat Porceline Tile

’’Hal itu dilakukan supaya low maintenance,’’ kata Andy. Reza Hutama, pemilik rumah, juga memilih jenis tanaman yang mudah dirawat. Untuk taman tengah, dia memilih pohon Moringa drouhardii atau kelor Afrika.

Taman kering juga ada di halaman depan rumah. Di sana Reza menanam pohon Baobab. Kata Reza, dua jenis tanaman itu cukup ditanam di tanah campuran dan batu-batuan agar tidak terlalu lama menyimpan cadangan air. Sebab, dua tanaman tersebut jenis sukulen. Bahkan, Baobab merupakan tanaman sukulen terbesar di dunia. ’’Keduanya tanaman dari gurun, enggak perlu sering disiram. Musim kemarau, cukup disiram seminggu sekali,’’ kata Reza.

Di lantai 2, selain kamar-kamar, terdapat space semi-outdoor. Space itu untuk mengakomodasi hobi koleksi tanaman pemilik rumah. Setengah atap pada area tersebut dibuat berlubang. Tujuannya, sinar matahari masuk dengan sempurna.
Bentuk atap dipertahankan tanpa plafon agar terasa lebih lapang. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung