Metropolis

Petugas Geledah Kamar Penjara Warga Binaan

batampos.id – Petugas sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam menggeledah kamar penjara warga binaan masing-masing, Selasa (6/4). Penggeledahan dikawal pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyasar narkotika dan obat-obatan terlarang.

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Petugas Rutan merazia kamar warga binaan di blok rutan, Tembesi, Sagulung (6/4).

Penggeledahan terlebih dahulu di blok penjara Lapas Batam, kemudian dilanjutkan ke Rutan Batam. Hasilnya, petugas mengamankan sejumlah benda atau barang yang dilarang berada di dalam lingkungan pemasyarakatan, seperti pisau silet, kartu remi, aksesori elektronik dan lain sebagainya. Sementara narkoba yang disasar petugas tak dijumpai.

“Sasaran kali ini narkoba. Memang sudah ada razia rutin setiap hari di blok-blok secara acak, kemarin ada instruksi dari Ditjen Pemasyarakatan untuk razia secara merata dalam rangka menyambut Hari Bakti  Pemasyarakatan, makanya hari ini kita minta bantuan Polri dan BNN untuk ikut geledah seluruh kamar penjaga yang ada,” ujar Kalapas Batam, Dannie Firmansyah.

Advertisement

Senada disampaikan oleh Karutan Batam Yan Patmos melalui kepala satuan pengaman Rutan Batam Ismail yang menuturkan narkoba tetap menjadi fokus perhatian jajaran Kemenkumham agar benar-benar bersih dari lingkungan pemasyarakatan yang.

“Kita memang rutin melakukan geledah seperti ini dan memang saat ini tak ada temuan, barang yang sangat dilarang seperti narkoba dan senjata tajam,” ujar Ismail.

Usai penggeledahan, petugas gabungan tadi langsung memusnahkan barang temuan yang dilarang berada di lingkungan Lapas ataupun Rutan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar.

Tampung 22 Terpidana Hukuman Mati

Dannie Firmansyah menuturkan, jumlah warga Binaan Lapas kelas II A Batam di Sagulung pada Selasa (6/4/2021) sebanyak 1.277 orang. Jumlah ini dua kali lipat melebihi kapasitas daya tampung ideal yang ada yakni 454 orang.

Sebanyak 90 persen dari seluruh warga binaan tersebut merupakan yang tersandung kasus narkoba.

“Baik yang mendapat hukuman berat atau ringan semuanya didominasi kasus narkoba,” ujarnya, Selasa (6/4/2021).

Warga binaan yang mendapat hukuman berat jumlahnya di atas 40-an orang dengan rincian 22 orang hukuman mati dan 30 orang hukuman seumur hidup. Mereka yang menerima hukuman berat ini juga didominasi kasus narkoba.

“Sisanya kasus kriminal berat,” ujar Dannie.

Untuk terpidana hukuman seumur hidup ada penambahan dua terpidana baru yang masuk belum lama ini. Keduanya tersandung kasus narkoba sehingga menambah daftar panjang napi kasus narkoba yang menerima hukuman berat.

“Ada dua orang baru terima dari rutan beberapa hari yang lalu. Itu hukuman seumur hidup,” ujar Dannie.

Warga binaan baik yang menerima hukuman berkala ataupun hukuman seumur hidup hingga hukuman mati sama-sama menjalani masa pidana di dalam blok penjara sesuai dengan level kerawanan dari para terpidana. (*)

 

Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : Andriani Susilawati