Metropolis

Silikon Industri Disuntikkan ke Tubuh, Polisi pun Bertindak

batampos.id – Dunia kecantikan kembali dihebohkan dengan penangkapan seorang perempuan berinsial SR karena melayani praktik suntik filler ilegal. Ironisnya, cairan silikon yang digunakan untuk menyuntik payudara dan bokong pelanggannya, ternyata silikon industri yang didapat dari pe­nyalur di Batam berinisial MP.

SR, diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Barat di kediamannya di Pondok Pucung, Tangerang Selatan, Selasa (6/4/2021).

Akibatnya, bukannya payu-dara dan bokong menjadi lebih indah, malah sebaliknya, sakit hingga bernanah. Korbannya pun melaporkan SR ke polisi.

”Cairan yang dimasukkan ke dalam bagian tubuh tertentu dipastikan mengandung bahan-bahan kimia berbahaya dan pelaku tak memiliki kompetensi di bidang tersebut,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo, saat jumpa pers di Mapolres Metro Jaya, Jakarta Barat, Selasa (6/4/2021).

Advertisement

Ady mengungkapkan, SR awalnya resseller cairan silikon. SR membeli secara online dengan harga Rp 3,5 juta per liter atau per 1000 cc. Tapi dijual kembali dengan harga Rp 4,5 juta. Aktivitas itu telah dilakoni sejak September 2020.

”Produk itu yang digunakan untuk melakukan filler payudara maupun di bagian bokong,” ungkap Ady.

Kombes Ady juga menyebutkan, SR telah menyuntikkan filler ke tubuh 15 orang perem­puan. Dua di antaranya CT dan WT. SR melayani penyuntikkan filler payudara di salah satu hotel di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.

”CT dan WT menghubungi tersangka, meminta dilakukan filler. Tersangka ini tidak memiliki tempat praktik khusus, dia home service, bisa dipanggil. Akhirnya disepakati di sebuah hotel,” ujar Ady.

Namun, kedua korban merasa tidak nyaman setelah disuntik filler. Bagian tubuh yang disuntik mengalami infeksi.

”Korban jadi demam. Badannya tidak enak, dan di bekas suntikan mengeluarkan nanah,” ungkap Ady, lagi.

Karena merasa tertipu dan menjadi korban, korbanpun mengadukan hal ini ke Polres Metro Jakarta Barat. Tim dari Polres Metro Jakarta Barat kemudian bergerak menangkap SR di kediamannya di Pondok Pucung, Tangerang Selatan.

Tak hanya itu, Tim Polres Metro Jakarta Barat juga bergerak ke Batam, menangkap penyedia cairan suntik filler berinisial MP di Batam.

”MP ini orang yang selalu dihubungi SR untuk mendapatkan cairan tersebut,” ujar dia.

Ady menyebut, sebanyak 298 botol cairan filler diamankan. Berdasarkan hasil penge-cekan, ternyata, jenis cairannya adalah cairan silikon industri, bukan cairan silikon untuk kebutuhan kecantikan.

”Ada beberapa jenis silikon, yang dipakai SR ini silikon industri. Itu tidak boleh digunakan dalam dunia kesehatan atau kecantikan,” tegas Ady.

Ia juga menguraikan riwayat SR ini beralih profesi dari reseller cairan silikon menjadi dokter abal-abal penyuntik filler ilegal ke 15 perempuan. SR awalnya mengenal seseorang berinisial LC pada 10 Oktober 2020. LC kemudian mengajarkan dan menerbitkan sertifikat untuk SR untuk bisa melakukan praktik penyuntikan filler ke payudara dan bokong serta bagian tubuh lainnya pada wanita yang mendambakan penampilan lebih cantik.

”LC membuka pelatihan tentang filler payudara secara singkat kepada SR dan diberikan sertifikat. Berbekal sertifikat inilah, digunakan SR untuk bisa membuat korban percaya kalau dia kompeten di bidang itu,” ungkap Ady.

Ady menerangkan, SR mempromosikan suntik filler melalui akun media sosial Instagram Beauty Sexi Store dengan tarif Rp 5 juta untuk filler 500 cc atau Rp 3 juta untuk 250 cc.

”Yang bersangkutan juga dalam akun Instagram Beauty Sexi Store memasang iklan dan menawarkan melakukan filler payudara,” beber Ady.

Kini, tim Ady masih memburu LC. Berdasarkan keterangan SR, LC ini mengaku-ngaku sebagai seorang dokter. (***)

 

Reporter : FISKA JUANDA / JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG