Bintan-Pinang

109 WNI Korban Perdagangan Tiba di Tanjungpinang dari Malaysia 

Sebanyak 109 WNI MKPO tiba di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Kamis (8/4/2021). (F. Peri Irawan/batampos.id)

batampos.id –  109 Warga Negara Indonesia (WNI) Migram Korban Perdagangan Orang (MKPO) tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP)  Tanjungpinang dari Malaysia.  Koordinator Rehabilitas Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial (Kemensos), Pitter M Matakena menjelaskan dalam manifest seharusnya ada 110 orang, namun satu diantaranya batal berangkat.  Pitter merincikan dari 110 itu, sebanyak 76 diantaranya laki-laki dan perempuan 34 orang.

BACA JUGA:  DPR Pahami Kebijakan Pelarangan WNI Masuk Saudi

“Jadi ada satu laki-laki yang batal berangkat, jadi laki-lakinya 75,” kata Pitter di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Kamis (8/4/2021). Kedatangan 109 WNI itu dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok sehat dan kelompok yang rentan sakit. Sehingga 64 diantaranya yang masuk kategori sehat diarahkan ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) 54 diantaranya laki-laki dan 10 perempuan.

Advertisement

“Sisanya yang rentan sakit sebanyak 45 orang terdiri dari 21 laki-laki dan 24 perempuan diambil alih oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Tanjungpinang,” paparnya. WNI yang dideportasi dari Malaysia itu merupakan warga Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau. Saat tiba di Tanjungpinang WNI tersebut dilakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang. “Di sana sebelum berangkat mereka juga sudah menjalani tes PCR,” sebutnya.

Sedangkan untuk pemulangan WNI ke kampung halamannya, Pitter mengaku belum bisa memastikan, harus mengikuti protokol kesehatan (Prokes) selama 14 hari atau setelah hasil PCR keluar dengan hasil negatif. “Kita menunggu arahan dari pihak kesehatan,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul