Bintan-Pinang

Ansar Buka Musrenbang Bintan, Apri: Perlu Sinkronisasi Program dan Regulasi

Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad membuka musrenbang Kabupaten Bintan di Aula Kantor Bupati Bintan, Rabu (7/4/2021). (F.Diskominfo Bintan)

batampos.id- Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bintan digelar di Aula Kantor Bupati Bintan, Rabu (7/4/2021). Pembukaan Musrenbang Kabupaten Bintan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.

BACA JUGA: Tanjunguncang Dapat Lima Kegiatan Prioritas Utama di Musrembang Kecamatan Batuaji

Hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Bintan Apri Sujadi, Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawan, DPRD Provinsi Kepri, DPRD Kabupaten Bintan, FKPD Kepri dan Bintan, Sekda Bintan serta Jajaran OPD Provinsi Kepri dan Bintan. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyempatkan diri untuk hadir di setiap musrembang kabupaten/kota.

Advertisement

Menurutnya, hal ini dilakukan dalam upaya berkeinginan sharing terkait bagaimana memastikan usaha-usaha pemulihan ekonomi harus dapat berjalan dengan baik, disertai dengan penghematan anggaran melalui skala prioritas, yaitu terhadap pemulihan ekonomi serta penekanan covid 19.

“Kita harapkan seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau harus terus bersinergi dan lebih mengedepankan pengetatan belanja daerah dengan skala prioritas untuk mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi yang positif,” ujarnya.

Gubernur optimis hasil hitungan di akhir tahun 2021 prediksi angka pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi positif antara 1,5 sampai dengan 3,6 persen. Hal tersebut juga ditandai dengan hasil diskusi Provinsi Kepri bersama Bapenas bahwa Kepri ditargetkan dengan kemungkinan perkembangan aktifitas ekonomi mencapai 5,6 persen.

Maka kehadirannya di setiap kabupaten kota, menurutnya, karena dirinya ingin sharing bagaimana usaha usaha pemulihan ekonomi harus kita jalankan dengan baik, dengan penghematan anggaran dengan skala prioritas, pemulihan ekonomi dan penekanan covid 19.

Menurutnya juga, situasi pandemi covid 19 yang memukul hampir semua sektor ekonomi,  memerlukan keseriusan pemerintah dan semua pihak agar perekonomian masyarakat kecil tetap bergerak dan menunjukkan stabilitas yang positif.

“Dengan itu tentunya kita sambut positif, dengan adanya program subsidi bunga bagi pelaku UMKM yang digesa Pemerintah Kabupaten Bintan, mudah mudahan ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya dalam usaha pemulihan sektor ekonomi,” jelasnya

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan bahwa tantangan kedepan, tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Bintan masih akan fokus ke program recovery ekonomi dan kesehatan.

Apalagi kedepannya, dengan terwujudnya realisasi jembatan Batam Bintan, maka menurutnya Bintan dan Batam akan menjadi simpul perekonomian Kepri, maka secara khusus dirinya meminta perlunya upaya sinkronisasi program, serta sinkronisasi regulasi antara Kabupaten/Kota dan Provinsi Kepri.

“Kita sangat merindukan adanya sinkronisasi program dan sinkronisasi regulasi antara Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi Kepri. Maka kita percaya, dan yakin dengan kepemimpinan bapak Gubernur, tahun kedepannya Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri akan semakin maju,” ujarnya. Selain itu, Apri menuturkan bahwa pemerintah saat ini sedang menghadapi ujian yang kompleks, khususnya lagi permasalahan akibat Covid 19.

Dengan segala keterbatasan, memerlukan ikhtiar karena dampak covid 19 seluruh sendi ekonomi melemah, termasuk dana daerah, dana transfer dari pusat, sehingga pemerintah daerah harus mengatur dana refocusing, yang dialokasikan sesuai peruntukan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Tantangan besar yang menjadi isu pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten Bintan saat ini, menurutnya yaitu kontraksi ekonomi, yang mengakibatkan Prediksi PAD tahun 2021, turun hampir 100 persen, paling tinggi diangka Rp 80 miliar.

“Namun Alhamdulillah, realisasi investasi PMDN dan PMA masih sekitar Rp 1,32 miliar USD pada tahun 2020. Tentu tidak mudah untuk menjaga momentum iklim investasi di masa sulit saat ini. Maka kita harapkan dengan adanya sinkronisasi program dan regulasi tadi, upaya pemulihan sektor ekonomi tadi dapat tercapai,” tutupnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul