Nasional

BNPB Maksimalkan Penanganan Darurat Pascabencana

Warga mencari barang-barang berharga di antara puing bangunan dan kapal-kapal rusak di Pelabuhan Kupang, NTT, kemarin. (F. jawapos.com)

batampos.id – BNPB mengerahkan sejumlah helikopter, SAR Dog, dan personel untuk membantu pemerintah daerah dalam mengevakuasi korban banjir bandang Nusa tenggara Timur (NTT). Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan darurat pascabencana.

Tak cuma itu, BNPB juga mengirimkan bantuan logistik melalui jalur udara. Hal ini diungkap oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

“Selain itu, dukungan penuh dari TNI, Polri dan kementerian serta lembaga sangat membantu dalam percepatan penanganan darurat,” kata Raditya dalam keterangannya, Jumat (9/4).

Advertisement

Pada kesempatan itu, sambung Raditya, Kepala BNPB Doni Monardo yang datang ke NTT turut mengajak pemerintah daerah di kawasan terdampak dan semua pihak untuk melakukan penanganan darurat.

“Doni yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menginstruksikan kepada kepala daerah setempat untuk melakukan penanganan prioritas terhadap kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan disabilitas,” ucap Raditya.

Raditya mengungkapkan, pelayanan kebutuhan dasar diberikan oleh berbagai pihak, seperti pengoperasian dapur umum oleh Tagana, TNI dan BPBD, kemudian penyediaan tenda-tenda keluarga serta pelayanan medis kepada warga yang mengalami luka-luka.

BACA JUGA: Presiden Bertolak ke NTT, Tinjau Penanganan Bencana

Doni juga menyempatkan diri untuk melihat kondisi dapur umum, pelayanan kesehatan dan pos pengungsian. Hal ini menjadi penting, mengingat dalam kondisi darurat banyak warga yang terdampak perlu mendapatkan bantuan yang maksimal.

Menyikapi upaya untuk menghindari Covid-19, BNPB juga telah menginstruksikan untuk mengurangi kerumunan warga terdampak di pos pengungsian. BNPB akan memberikan dana tunggu hunian, sehinga mereka dapat memanfaatkan untuk menyewa tempat tinggal yang layak.

Dana tersebut digunakan untuk menyewa tempat tinggal atau rumah keluarga terdekat sebagai hunian sementara yaitu sebesar Rp 500 ribu per bulan.

“Bagi anak-anak yang mengalami trauma, BNPB juga berpesan untuk penyelenggaraan proses penyembuhan pascatrauma sehingga mereka bisa melanjutkan hidup tanpa ada bayang-bayang kejadian tersebut,” pungkas Doni. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung