Ekonomi & Bisnis

BPJS Kesehatan Harus Adaptif dan Mampu Membaca Tren Masa Depan

ILUSTRASI: Kantor BPJS Kesehatan di Batam Centre, Rabu 10 Maret 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron, BPJS Kesehatan bisa dikatakan sebagai organisasi pembelajar (Learning Organization). Maknanya, BPJS Kesehatan harus waspada, luwes, adaptif, dan mampu membaca tren masa depan.

Ke depan, kata Ali Ghufron, tantangan yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan dan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah cakupan kepesertaan yang mencapai 222.847.524 jiwa atau 82 persen dari jumlah penduduk. Kini BPJS Kesehatan memiliki modal kekuatan berupa jumlah pegawai 6.968 orang. Artinya, 1 pegawai melayani 31.982 peserta program JKN-KIS.

“Dengan jumlah peserta sebesar itu dengan segmen peserta yang bervariasi, customer needs tentunya terus meningkat. Konsumen membutuhkan upaya-upaya inovatif untuk mencapainya. Di BPJS Kesehatan sendiri, pengelolaan inovasi berbasis pada akselerasi budaya inovasi,” kata Ghufron dalam kegiatan LSPR Lecturer Convention 2021, Kamis (8/4).

Advertisement

Ghufron menambahkan, pandemi Covid-19 memaksa hampir semua masyarakat lebih banyak beraktivitas dari rumah dan memanfaatkan aplikasi maupun tools berbasis website untuk tetap terhubung satu sama lain dan dunia yang lebih luas. Proses pembelajaran internal BPJS Kesehatan juga pada akhirnya mengadaptasi hal tersebut.

Akselerasi budaya inovasi BPJS Kesehatan dimulai dari penggambaran pengetahuan atau Wall of Knowledge. Yaitu, melakukan aktivitas belajar bersama dan menghasilkan one point lesson. Dilanjutkan dengan penggambaran ide atau Wall of Ideas, yaitu membentuk aktivitas ideation, melahirkan ide untuk meningkatkan kinerja unit kerja melalui proses design thinking, lean six sigma, dan sebagainya.

Ketiga adalah penggambaran inovasi atau Wall of Innovation, aktivitasnya berupa testing, merancang prototype dan menerapkannya di lapangan. Testing merupakan tahap penerapan ide. Terakhir adalah diadakan Festival Inovasi, aktivitasnya berupa mempresentasikan hasil-hasil inovasi dalam kegiatan festival tingkat wilayah ataupun nasional.

“Akselarasi budaya inovasi yang dibangun BPJS Kesehatan, membuahkan inovasi-inovasi pelayanan publik khususnya memudahkan peserta mengakses layanan seiring perubahan zaman. Inovasi yang diluncurkan BPJS Kesehatan juga mendapat apresiasi dari masyarakat, bahkan berperan besar dalam membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia,” kata Ghufron.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Berupaya Memperbaiki Program JKN

Contoh inovasi BPJS Kesehatan dalam hal pelayanan administrasi, yakni kepesertaan tanpa tatap muka. Cukup melalui BPJS Kesehatan Care Center 1 500 400, Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA) dan Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA).

Selain itu, BPJS Kesehatan memanfaatkan tele-consultation dalam melakukan kontak dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui aplikasi Mobile JKN dan Mobile JKN Faskes. Pemanfaatan tele-consultation ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meminimalisir kontak langsung seiring dengan kondisi pandemi Covid-19, layanan ini tanpa dipungut biaya tambahan.

BPJS Kesehatan juga mengembangkan screening Covid-19 harian peserta JKN-KIS melalui aplikasi Mobile JKN. Data screening ini digunakan sebagai sumber data peserta JKN-KIS yang memiliki kondisi komorbid dan disampaikan ke pemerintah.

BPJS Kesehatan juga menyusun strategi pemanfaatan data dan informasi Program JKN-KIS dalam hal mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19. BPJS Kesehatan memberikan dukungan sumber data dalam penyusunan target masyarakat yang akan menerima vaksin Covid-19; memberikan informasi pencatatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang meliputi registrasi, screening hingga dokumentasi pelaporan melalui aplikasi P-Care Vaksinasi. Serta menyampaikan dashboard kepada seluruh Pemerintah Daerah dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi terkait program JKN dan pembayaran klaim Covid-19.

“Diharapkan budaya inovasi yang terus ada di BPJS Kesehatan, akan terus berkembang dan semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” kata Ghufron. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung