Bintan-Pinang

Ibadah dan Bazar Takjil di Bintan Boleh Buka Selama Ramadan

Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat membuka perhelatan MTQ Kabupaten Bintan ke X Tahun 2021 di GOR Kecamatan Toapaya, Kamis (8/4) malam. (F.Diskominfo Bintan)

batampos.id – Ramadan di Kabupaten Bintan pada tahun ini diprediksi lebih semarak dibandingkan dengan tahun 2020. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Bintan akan memperbolehkan masjid di daerah untuk melaksanakan salat tarawih pada bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah.

BACA JUGA: Wakil Bupati Kukuhkan Dewan Hakim dan Majelis Hakim MTQ Bintan

Syaratnya, para jamaah harus benar-benar menjalankan protokol kesehatan covid-19. Hal tersebut dikatakan Bupati Bintan, Apri Sujadi saat pembukaan perhelatan MTQ Kabupaten Bintan ke X Tahun 2021 di GOR Kecamatan Toapaya, Kamis (8/4) malam. Menurutnya, akan ada surat edaran Pemkab Bintan tentang pelaksanaan salat tarawih di masjid kepada seluruh pengelola masjid.

Advertisement

Dalam surat edaran itu, pihaknya meminta agar pengelola masjid mampu memperketat protokol kesehatan bagi jamaah salat tarawih saat Ramadan nanti.

“Pelaksanaan ibadah ramadan tahun ini bisa dijalankan, namun jamaah harus dicek suhu nya sebelum masuk ke rumah ibadah, lalu memakai masker, mengatur jarak shaf, serta menyiapkan sarana cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Selain itu, Satgas Kabupaten/Kecamatan kita minta turun ke lapangan untuk pengecekan rumah ibadah tersebut dalam menjalankan penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain mengatur terkait kegiatan ibadah, Pemkab Bintan juga akan mengatur kegiatan bazar juadah saat bulan Ramadan nanti. Menurut, Bupati Bintan, Apri Sujadi, meski masih dalam suasana pandemi covid-19, Pemerintah Kabupaten Bintan akan mengizinkan bazar maupun penjualan takjil kembali dibuka selama bulan Ramadan.

Namun, rencananya Pemkab Bintan hanya akan mengizinkan 2 titik lokasi bazar juadah di setiap kecamatan. “Setiap kecamatan hanya diijinkan maksimal membuka dua titik lokasi bazar juadah. Itupun dengan protokol kesehatan  yang diterapkan, baik untuk para pedagang yang berjualan maupun bagi pembeli. Kita minta satgas kecamatan mengatur, terkait kelengkapan protokol kesehatan, cek suhu pengunjung, memakai masker hingga sarana cuci tangan,” tutupnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul