Total Football

Kamara Bongkar Tindakan Rasisme Pemain Slavia Praha

Gelandang Glasgo Rangers dan Finlandia Glen Kamara. (F. Fabrice Cofrini/AFP)

batampos.id – Gelandang Glasgo Ranger Glen Kamara akhirnya buka suara terkait insiden keributan saat menjamu Slavia Praha. Saat itu gelandang asal Finlandia itu ribut dengan bek Slavia Praha, Ondrej Kudela.

Terkait insiden ini, Manajer Rangers Steven Gerrard langsung memberikan pembelaan terhadap pemainnya setelah pertandingan fase gugur yang berlangsung pada 18 Maret lalu. Rangers juga mengajukan protes resmi kepada UEFA yang sejauh ini masih dalam peninjauan.

Insiden yang terjadi saat Rangers menjamu Praha itu kini sedang dalam investigasi UEFA. Namun, Kamara yang sejak insiden tersebut belum pernah membuka suara sepenuhnya, akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada ITV, Rabu (7/4).

Advertisement

Jika bisa kembali ke waktu itu, Kamara mengatakan dirinya lebih baik meninggalkan lapangan. Pengakuannya ini diharapkan bisa menjadi pelecut untuk menghentikan segala bentuk aksi diskriminasi di dunai sepakbola masa depan.

BACA JUGA: Rangers Disingkirkan Slavia Praha dari European League

“Kudela datang dan berkata ‘kamu monyet, kamu monyet sialan dan kamu tahu itu kamu,” ungkap pemain 25 tahun asal Finlandia itu kepada ITV. “Dari sana saya bereaksi dan mengatakan ia rasis, ia rasis,” kesalnya.

“Dari sana saya memiliki banyak emosi dalam benak saya; marah, kesal, saya merasa terhina. Semua keluarga, teman-teman, fans, siapa pun yang menonton, saya merasa seperti anak kecil,” beber Kamara.

“Saya tidak tahu bagaimana harus merasa jujur, saya berada pada titik di mana saya sangat marah sehingga saya meneteskan air mata. Saya belum pernah merasa seperti itu, entah berapa lama. Perasaan yang sangat aneh,” bebernya.

kamara mengaku tak menyangka hal itu muncul dalam olahraga yang terbilang profesional.”Itu adalah sesuatu yang tidak pernah Anda duga muncul dari permainan ini,” serunya. “Kata-kata tidak bisa menjelaskan perasaan saya. Mudah-mudahan, saya tidak perlu merasakan itu lagi. Benar-benar gila,” tambah Kamara.

UEFA masih terus melakukan penyelidikan atas dugaan insiden rasisme yang dialami Kamara. Namun Slavia Praha membantah tuduhan yang dilontarkan Kamara tersebut. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo