Karimun

Masih Terjadi Kelanggan Gas 3 Kilogram di Karimun

Salah satu angen gas elpiji 3 kg melakukan distribusi gas ke agen. (f.tri/batampos.id)

batampos.id – Sejak terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di pulau Karimun besar satu bulan belakangan, pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Energi Sumber Daya Mineral (Disdagkop, UKM dan ESDM) Karimun, telah berupaya mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan kembali.

BACA JUGA: Karimun Langka Gas Elpiji 3 Kilogram, SPPBE Tanjunguban Sebut Penyaluran Normal

Mulai menyurati Pertamina untuk menambah kuota LPG subsidi 3 kilogram, kemudian memanggil lima agen distributor LPG subsidi 3 kilogram termasuk pangkalan-pangkalan di bawah agen distributor. Dan, melakukan sosialisasi untuk mendistribusikan tabubf LPG kepada masyarakat.

Advertisement

“Kita sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor: 540/DISDAGKOP,UKM&ESDM/IV/852/2021 tentang penggunaan LPG subsidi ukuran 3 kilogram ada empat point yang harus dituruti masyarakat. Yang ditandatangani oleh Plh Bupati Karimun, kemarin,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Kamis (8/4/2021).

Surat Edaran yang dikeluarkan tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian penggunaan LPG tabung ukuran 3 kilogram. Yang merupakan LPG subsidi yang diperuntukkan bagi konsumen rumah tangga dan usaha mikro dengan kreteria tertentu.

Dimana, penggunaan LPG 3 kilogram tersebut ada empat poin yang masyarakat tidak dapat menggunakannya. Pertama Aparatur Sipil Negara (ASN), kedua para pelaku usaha selain Usaha Mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memilik hasil penjualan lebih dari Rp300 juta. Ketiga, seluruh masyarakat Kabupaten Karimun yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp2 juta atau masyarakat mampu dan keempat para pelaku usaha industri seperti hotel, cafe dan restoran untuk tidak menggunakan LPG subsidi 3 kilogram dan beralih ke tabung non subsidi.

” Di sini kita tekankan ASN sudah jelas ada aturannya, tidak diperbolehkan menggunakan LPG subsidi 3 kilogram. Mohon, kesadaran kita semua ini demi kebaikan saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan LPG tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Disdagkop, UKM dan ESDM) Karimun telah menerima Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor B-696/MG.05/DJM/2021 untuk kuota volume LPG tabung 3 kilogram tahun 2021. Untuk Kabupaten Karimun mendapatkan jatah hanya 3.196 MT. (*)

 

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul