Karimun

Polsek Kundur Utara Ringkus Pelaku Cabul terhadap Bocah Delapan Tahun

Kapolsek Kundur Utara /Barat Iptu Sasmintoro, Kanitreskrim ditemani petugas jaga memperlihatkan tersangka cabul. (f.imam/batampos.id)

batampos.id – Jajaran Polsek Kundur Utara berhasil meringkus Togong,32, pemuda pengangguran tersangka cabul terhadap Mawar, nama samaran bocah umur delapan tahun. Pelaku ditangkap di rumahnya saat istirahat pada 29 Maret lalu. Tersangka sempat mengelak saat digelandang ke kantor Polsek Kundur Utara. Untuk mempertangungjawabkan perbuatan bejatnya, Togong saat ini mendekam di sel tahanan Polsek Kundur Utara.

BACA JUGA: Jabat Kapolsek Kundur Utara/Barat Iptu Sasmintoro Minta Dukungan Masyarakat

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan SIK melalui Kapolsek Kundur Utara Iptu Sasmintoro saat dikonfirmasi Kamis (8/4/2021) membenarkan penangkapan tersangka. Dikatakan kronologi kejadian pencabulan anak di bawah umur tersebut mulai Senin (29/3/2021) sekitar pukul 16.00 wib pelaku mengajak korban ke rumah Aris di desa Perayun, teman pelaku. Kebetulan saat itu sedang turun hujan, selanjutnya pelaku bersama korban dan dua temannya berada dalam ruangan tersebut. Kemudian pelaku menidurkan korban dengan posisi telentang di atas kasur sampai melakukan pencabulan.

Advertisement

” Kasus ini terungkap setelah korban mengeluhkan sakit. Saat ditanya korban mengaku diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku. Mendengar pengakuan korban, orang tua langsung melaporkan kasusnya ke Polsek Kundur Utara, “tegas Sasmintoro.

Berdasarkan hasil visum diketahui alat vital korban mengalami luka akibat benda tumpul. Atas kejadian tersebut pelaku diancam pasal 82 ayat (1) Jo pasal 81 ayat (1) UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sambil tertunduk pelaku Togong pemuda pengangguran ini mengaku tega melakukan perbuatannya karena terangsang saat melihat korban ditidurkan di atas kasur. (*)

Reporter: Imam Sukarno
editor: tunggul