Kepri

Sediakan Lahan 10 Hektare, Pemkab Natuna Minta Ada Lapas di Natuna

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau, Husmi Thamrin (kiri) di kantor DPRD Natuna (f.ist)

batampos.id- Pemerintah Kabupaten Natuna mengusulkan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kepada Kemenkumham. Permohonan ini juga telah direspon positif oleh kementerian terkait. Begitu disampaikan Kepala Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau, Husmi Thamrin usai menggelar pertemuan dengan DPRD Natuna di Kantor DPRD Natuna, Rabu (7/4/2021) kemarin.

BACA JUGA: Petugas Geledah Kamar Penjara Warga Binaan

Husni mengaku, Kementerian Hukum dan HAM sudah menindaklanjuti permohonan itu dengan melakukan berbagai proses. Dan terakhir Kemenkumham sudah melakukan proses Peluncuran lelang kegiatan. “Hanya saja karena adanya pandemi Covid-19 kegiatan itu ditunda. Pemerintah lebih fokus pada penanganan pandemi,” kata Husni.

Advertisement

Dikatakannya, sesuai dengan usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Natuna lahan untuk pembangunan Lapas tersebut sudah tersedia seluas 10 hektare di Natuna. Dan ia memastikan, kegiatan itu akan dilaksanakan kembali apabila pandemi corona sudah berakhir sesuai dengan rencana kegiatan yang sudah ada.

“Ini termasuk prioritas Kumham. Cuma kami minta kembali kepada Pemerintah Kabupaten Natuna agar memperbaharui usulannya di tahun 2021 ini biar habis pandemi langsung bisa terealisasi,” pungkasnya.

Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar berharàp agar secepatnya Lapas di Natuna dapat diwujudkan. Kabupaten ini disebutnya sangat memerlukan adanya Lapas karena selama ini Lapas hanya berada di Tanjungpinang.

“Bagi kami Lapas sangat urgen. Kenapa karena rentang kendali Natuna sangat jauh dari Lapas yang ada. Keluarga terpidana sulit mau menjenguk keluarganya,” sebut Amhar. Ia mengaku siap mendukung secara politis rencana pembangunan Lapas itu demi kemudahan masyarakat dan lancarnya proses penegakan hukum di Natuna. “Kami ingin sekali ini cepat terealisasi. Maka kami siap mendukung sepenuhnya sesuai kapasitas kami sebagai legislator,” tutupnya. (*)

Reporter: Sholeh
Editor: tunggul