Metropolis

Fasum Hendak Dibangun Rumah Baru, Warga Taman Anugerah Protes

Warga yng turun memprotes kativitas alat berat di lokasi yang menurut warga adalah lahan fasum. (f.eusebius/batampos.id)

batampos.id – Gejolak antara warga dan pengembangan perumahan terjadi di perumahan Taman Anugerah, Kelurahan Tambesi, Sagulung. Warga bersitegang dengan pengembang sebab lahan fasilitas umum (fasum) yang selama ini sudah digunakan warga akan dijadikan blok perumahan yang baru oleh pengembang. Warga menolak sebab fasum tersebut  sebab sudah dialokasi sejak awal untuk kepentingan masyarakat setempat.

BACA JUGA: PNS Tak Boleh Keluar Kota, Fasum dan Transportasi Maksimum 50 Persen

“Perumahan ini sudah lama dan site plan sejak awal kami beli rumah, ini adalah lahan fasum dan sampai sekarang masih digunakan sebagai fasum. Kenapa belakangan developer mau merubahnya menjadi blok perumahan yang baru. Fasum ini mau dihilangkan. Ini sudah tak betul. Ada apa ini,” ujar Sahat Sianturi, warga RT 02 yang rumahnya persis depan fasum.

Advertisement

Dijelaskan Sahat dan warga lainnya, upaya pengembang merebut kembali lokasi fasum ini sudah lama digaungkan namun tidak ada koordinasi sama sekali dengan warga sekitar. Beberapa hari terakhir, pengembang justru mengerahkan alat berat dan pekerja untuk meratakan lokasi fasum tersebut. Warga kecewa dan melakukan aksi protes, Rabu (14/4/2021). Puluhan warga berkumpul di lokasi fasum dan menghadang pihak pengembang. Suasana sempat memanas namun bisa diredakan aparat kepolisian dan TNI setempat.

“Tidak ada pembahasan secara terbuka oleh pengembang dan warga. Rumah yang berada di depan fasum ini sangat terdampak. Karena harga beli rumah di depan fasum lebih mahal, dan kami memohon keadilan dan perlindungan hukum,” ujar Sahat yang disahut oleh puluhan warga lainnya.

“Fasum Ini adalah hak warga dan sudah menjadi aset Pemko Batam. Ini yang kami pertanyakan karena perubahan fatwa analogi fasum Perumahan Taman Anugrah diubah tanpa adanya pembahasan dan persetujuan oleh warga,” ujarnya.

Lurah Tembesi, Harfi’e, saat dikonfirmasi mengaku akan segera menindak lanjuti perselisihan warga dan pengembang tersebut.

“Iya itu sudah lama dipersoalkan Kita minta tinjau ulang. Kalau memang ada yang menolak kita minta pengembang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum melakukan pembangunan. Karena apabila dibiarkan akan menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat,” tegas Harfi’e. (*)

REPORTER : EUSEBIUS SARA
editor: tunggul