Bintan-Pinang

Ada Anggaran Desa Lancang Kuning, Bintan Utara untuk Pinjaman Modal Buat Petani

Pemerintah Desa Lancang Kuning menggelar sosialisasi kegiatan dan musyawarah kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian yang digelar di balai desa Lancang Kuning, Rabu (14/4/2021) pagi. (F.Slamet Nofasusanto/batampos.id)

batampos.id– Pemerintah Desa (Pemdes) Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara mengalokasikan anggaran pinjaman modal untuk petani dengan sistem keuntungan bagi hasil. Kades Lancang Kuning, Cholili Bunyani saat sosialisasi kegiatan dan musyawarah kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian yang digelar di balai desa Lancang Kuning, Rabu (14/4/2021) pagi mengatakan, alokasi pinjaman modal dari dana desa untuk memberdayakan masyarakat khususnya di bidang pertanian.

BACA JUGA: Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades di Tapanuli Selatan Ditahan Jaksa

Dia menjelaskan, anggaran dana desa yang disediakan sekira Rp 302 juta dengan rincian tahap pertama 60 persen, tahap kedua 40 persen. Dana pinjaman modal yang diberikan, dia menjelaskan, akan dilakukan bagi hasil, dimana kentungan bersih akan dibagi untuk desa dan petani.

Advertisement

Sekdes Lancang Kuning, Widodo mengatakan, pihaknya mengusulkan bagi hasil dari keuntungan bersih dengan komposisi 70 persen untuk petani, sedangkan 30 persen untuk desa. “Kalau ada yang keberatan tolong disampaikan, agar kita bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang,” ujarnya.

Ketua KTNA Bintan, Tukiman yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan lazimya pembagian dana bagi hasil dengan komposisi 60 persen untuk petani dan 40 persen pemberi modal, atau 70 petani dan 30 pemberi modal atau 75 persen petani dan 25 persen pemberi modal.

“Ketiga komposisi ini yang lazim berlaku saat ini,” ujarnya memberi masukan. Sementara itu, Ayu, dari kelompok wanita tani Desa Lancang Kuning, mengusulkan, bagi hasil 85 persen petani dan 15 persen desa.

Usulan itu menurutnya, adanya perbedaan harga komoditi hasil pertanian yang dipanen antara petani dan pedagang. Rusdi, kelompok tani mengusulkan agar tahap awal karena sebagian petani masih membuka dan mengelola lahan, dirinya mengusulkan 85 persen untuk petani dan 15 persen untuk desa. “Tahap berikutnya nanti dibuat kesepakatan lagi,” usulnya.

Di samping itu, Adi, kelompok tani mempertanyakan jika ada orang yang berdomisili di luar desa, apakah akan mendapatkan bantuan tersebut atau tidak. Kades Lancang Kuning, Cholili Bunyani mengatakan, pinjaman modal yang diberikan hanya untuk warga desa yang berdomisili dan bertanda pengenal di Desa Lancang Kuning. “Diutamakan untuk masyarakat desa,” tegasnya.

Dalam prosesnya nanti, akan ada tim verivikasi untuk memverifikasi penerima pinjaman modal yang terdiri antara lain pihak desa, penyuluh, termasuk dari aparat setempat. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul