Ekonomi & Bisnis

Genjot Penjualan, Lengkapi Fasilitas

ILUSTRASI: Apartemen Bayerina di Harbour Bay, Batuampar, Batam, Minggu 31 Januari 2021. Kawasan ini terlihat bersih, hijau dan menjadi salah satu tempat wisata dan olahraga di Batam. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Pengembang perumahan terus berusaha untuk menggaet pembeli di momen kaya stimulus. Salah satunya, pendirian fasilitas pendukung perumahan. Mereka yakin bahwa semakin lengkap fasilitas dan layanan dapat meningkatkan minat konsumen.

General Manager Citra Harmoni Vica Yustisiana mengatakan, tren penjualan rumah di pasar menengah beberapa tahun terakhir memang bergeser di pasar end user.

Pembeli rumah biasanya keluarga muda yang mencari rumah pertama mereka.

Advertisement

’’Kelompok konsumen ini biasanya mempertimbangkan kenyamanan dan kesiapan lingkungan. Karena itu, tugas pengembang di kawasan yang sudah jadi adalah melengkapi fasilitas,’’ ungkapnya dalam peresmian Fresh Market Citra Harmoni.

Hal tersebut pun dimanfaatkan pihaknya yang berencana menjual klaster baru. Salah satunya, dengan menciptakan pasar modern. Konsep pasar rakyat yang lebih tertata, bersih, dan sehat tersebut diakui menarik bagi generasi muda yang ingin nyaman jika berbelanja.

Dengan begitu, penjualan selama stimulus bebas PPN berlaku bakal bisa maksimal.

’’Saat ini, penjualan produk kami sudah melonjak. Fasilitas ini jadi faktor yang menjamin bahwa konsumen tertarik tinggal di perumahan kami,’’ ungkapnya.

Direktur Ciputra Development Agung Krispirmandoyo menambahkan, pendirian fasilitas pendukung juga merupakan komitmen pengembang untuk meningkatkan ekonomi lokal. Dulu, kawasan fresh market merupakan pusat kuliner yang ditutup karena pandemi. Oleh sebab itu, pembukaan kembali dengan penambahan pasar modern itu diharapkan bisa memutar roda ekonomi di perumahan serta empat desa sekitar.

’’Tentunya, protokol kesehatan masih harus ditaati,’’ ungkapnya.

BACA JUGA: BTN Kucurkan Dana Bangun Perumahan Ramah Lingkungan

Sementara itu, Ketua Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur Soesilo Effendy mengatakan, pasar properti memang kembali muncul setelah pemerintah memberikan stimulus. Namun, pangsa pasarnya terbatas. Sebab, pembelian dibatasi per satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Itu artinya, persaingan untuk menggaet konsumen pun masih sengit.

Pengembang biasanya menggunakan strategi tradisional seperti benefit bebas biaya KPR. Atau, memberi promo-promo lainnya.

’’Tapi, bagi pasar di perumahan yang sudah jadi. Senjata andalan memang fasilitas apa saja yang sudah tersedia. Seberapa dekat dan seberapa nyaman,’’ paparnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung