Nasional

Masa Penahanan RJ Lino Diperpanjang 40 Hari lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Pelindo II Richard Joost Lino untuk 40 hari ke depan. (F. jawapos.com)

batampos.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk memperpanjang penahanan Richard Joost Lino. Mantan Direktur Utama PT Pelindo II ini terseret kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit quay container crane (QCC) di Pelindo II tahun 2010.

Hal ini disampaikan oleh pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri. Menurutnya, perpanjangan penahanan dilakukan untuk 40 hari ke depan. Karena proses penyidikan perkara yang menjerat RJ Lino masih berjalan.

“Untuk kepentingan proses penyidikan yang masih berjalan, tim penyidik memperpanjang masa penahanan tersangka RJL (Richard Joost Lino) untuk 40 hari terhitung sejak tanggal 15 April 2021 sampai dengan 24 Mei 2021 di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih,” kata Ali dikonfirmasi, Rabu (14/4).

Advertisement

Penahanan terhadap RJ Lino dilakukan setelah kurang lima tahun lamanya terkatung-katung. Lino ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Desember 2015.

BACA JUGA: Lima Tahun Tersangka, RJ Lino Ditahan

KPK menduga, RJ Lino dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit quay container crane (QCC) di Pelindo II tahun 2010 merugikan keuangan negara sebesar USD 22,828,94. Hal ini setelah memeroleh data dari ahli ITB bahwa Harga Pokok Produksi (HPP) hanya sebesar USD 2.996.123 untuk QCC Palembang, USD 3.356.742 untuk QCC Panjang dan USD 3.314.520 untuk QCC Pontianak.

RJ Lino di sangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung