Ekonomi & Bisnis

Talasi Bantu Petani Memelihara Pohon Mede, Memanen sampai Proses Pengeringan

Ilustrasi: Petani mede di Pulau Sumba, NTT (Istimewa)

batampos.id – Tim Talasi memberikan pembiayaan dan pembinaan langsung kepada petani setempat di lapangan mulai dari pemeliharaan pohon mede, cara memanen, grading, sampai dengan proses pengeringan.

Bahan baku inilah yang dikirimkan ke pabrik Talasi untuk diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan produk yang sampai ke tangan customer. Talasi bekerja sama dengan Jaminan Kredit Indonesia untuk menyalurkan dana dengan bunga sangat rendah kepada para petani (3 persen per tahun).

’’Sehingga petani bisa mengembalikan dana tersebut dalam waktu 3 tahun. Dana ini bisa digunakan oleh para petani untuk pemeliharaan pohon jambu mete dan menambah fasilitas seperti membuat bak pencucian mede yang sekaligus bisa menjadi sumber air bersih bagi keluarga mereka.’’ jelas Alisjahbana Haliman, founder Talasi.

Advertisement

Harga beli dari Talasi ke para petani mengikuti standar pasar, sehingga petani tidak dirugikan. Selain itu, para petani juga diberikan penyuluhan bagaimana memanfaatkan dana pinjaman dengan membuat rumah lebah artifisial yang bisa memberikan pendapatan tambahan pemasukan dengan beternak lebah.

Sepeti di Pulau Sumba, NTT. Di sana petani mendapatkan tambahan pendapatan dengan beternak lebah dan madunya dijual kembali ke Talasi. Program low cost financing itu juga dilakukan di Tabanan, Bali untuk produk cokelat. Para petani di sana diberikan pelatihan untuk menaikkan hasil panen. Seperti bagaimana mengatasi hama, merawat pohon cokelat dengan baik, sehingga menghasilkan buah coklat yang berkualitas.

BACA JUGA: Menanam Anggur ala Kebun Rooftop Kena Air Hujan, Buah Bisa Pecah

Seperti petani mede di Pulau Sumba sendiri selama berpuluh-puluh tahun hidup dalam lilitan utang. Hasil dari pohon mede dijual dengan sistem ijon kepada para tengkulak. Kemudian, saat panen mereka harus merelakan hasil panennya dijual dengan harga yang tidak bersaing, bahkan tidak sesuai kesepakatan awal kepada para tengkulak. Akhirnya mereka harus hidup terbatas karena uang yang diterima di awal sudah habis untuk biaya hidup sehari-hari.

Talasi berperan memberikan penyuluhan kepada para petani untuk tidak terlilit hutang lagi di kemudian hari dengan pinjaman modal dengan bunga rendah. Selain itu juga memberikan pengetahuan untuk menghasilkan mede yang berkualitas, cara pencucian cangkang mede yang benar dan menggunakan air bersih. Sehingga harga jual juga bisa mengikuti harga pasar. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung