Nasional

MT Terduga Teroris di Sulsel Ditembak Mati

Jenazah Dikembalikan ke Keluarganya

Rumah terduga teroris dipasangi garis polisi usai ditembak mati di Jalan Manuruki 3, RT/RW 001/002, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/4). (Darwin Fatir/Antara)

batampos.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menembak mati seorang terduga teroris berinisial MT di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia melawan petugas saat hendak ditangkap. Sehingga harus diberikan tindakan tegas dan terukur oleh aparat.

“Saat tim menjemput yang bersangkutan untuk diambil keterangan namun yang bersangkutan melakukan perlawanan yagn cukup agresif menggunakan senjata tajam berupa parang,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol E Zulpan saat dihubungi, Kamis (15/4).

Zulpan mengatakan, MT menyerang petugas secara membabi buta menggunakan kedua tangannya yang sudah menggenggam parang. Tembakan peringatan dari Densus 88 bahkan tidak dihiraukan.

Advertisement

“Ini membahayakan jiwa petugas sehingga diambil tindakan tegas dan terukur,” jelasnya.

MT sendiri diduga bagian dari kelompok Villa Mutiara Makassar. Dia juga diduga terlibat dalam rangkaian teror di Makassar.

“MT yang diduga merupakan orang terlibat dalam kelompok Villa Mutiara maupun kelompok jaringan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar,” imbuhnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, MT diketahui eks narapidana terorisme (napiter). Pada 2013 lalu, dia terlibat pelemparan bom. Dia pun divonis bersalah, dan baru menghirup udara bebas pada 2016 lalu.

Namun, setelah bebas dia kembali bergabung dengan kelompok pimpinan Rizaldi yang telah ditangkap pada awal 2021 lalu. Jenazah MT saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Diserahkan ke Keluarga

Jenazah terduga teroris berinisial MT akhirnya dikembalikan ke pihak keluarga. Ia dipulangkan setelah beberapa jam berada di ruang forensik Bidokkes Polda Sulsel.

Seperti diberitakan Fajar.co.id (Jawa Pos Group), jenazah MT dimasukkan ke dalam peti warna cokelat lalu dikeluarkan dari ruang forensik. Setelah itu, ia diangkut masuk ke mobil ambulans, pada Kamis (15/4) sekitar pukul 21.30 WITA.

Pemulangan jenazah juga dihadiri oleh sejumlah keluarga. Termasuk tiga orang balita. Mereka lebih dulu telah menjalani pemeriksaan DNA dengan jenazah MT yang telah tewas ditembak Densus 88, Kamis (15/4) pagi.

Informasi sementara yang beredar, jenazah MT dibawa ke tempat pemakaman di sekitar wilayah Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar malam ini juga dan dikawal oleh puluhan aparat Brimob Polda Sulsel bersenjata laras panjang.

Kombes Endra Zulpan, mengatakan, jenazah MT tak perlu dilakukan visum. Apalagi otopsi karena penyebab kematiannya sudah jelas bahwa telah ditembak mati.

“Kan sudah meninggal. Kami hubungi keluarganya. Untuk apa? (diotopsi atau divisum). Iya begitu (hanya disemayamkan sambil menunggu keluarga MT),” katanya via telepon.

Perwira polisi tiga melati ini menjelaskan, saat akan ditangkap, MT sempat melawan cara membawa dua bilah parang di tangan kanan dan kirinya dan siap dihunuskan ke arah petugas.

MT sempat diperingati untuk tetap diam di tempat. Namun MT kian beringas dan terpaksa Densus 88 menembak mati kelompok Jemaah Asharut Daurah (JAD) ini. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim