Ekonomi & Bisnis

Naik, Industri Asuransi secara Nasional Bukukan Pendapatan Premi Kesehatan Rp 7,98 Triliun

Dari Kanan, Director & Chief Marketing Officer Novita Rumngangun, President Director & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland, Chief Operating Officer Hans de Waal dan Head of Business Transformation Officer Caroline Utomo, meresmikan Customer Contact Centre Manulife di Ground Flour North Tower, Gedung Sampoerna Strategic Square Jakarta, Kamis (15/4). (Manulife for JawaPos.com)

batampos.id – Industri asuransi secara nasional membukukan pendapatan premi asuransi kesehatan sebesar Rp 7,98 triliun hingga akhir 2020. Jumlah ini naik 20,9 persen dibanding 2019 yakni Rp 6,6 triliun. Ini membuktikan peningkatan jumlah orang yang diasuransikan karena kesadaran terhadap proteksi kesehatan.

“Kenyamanan dan kesehatan nasabah harus menjadi prioritas utama di masa pandemi Covid-19 ini. Apa yang menjadi kebutuhan nasabah harus didahulukan. Makanya kita harus terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik,” ujar Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4).

Pelayanan terhadap nasabah merupakan prioritas utama bagi industri asuransi. Karena itu, pihaknya terus meningkatkan pelayanan terhadap nasabah. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas Customer Contact Centre yang lebih representatif dan nyaman dari sebelumnya di lantai 3 South Tower ke Ground Floor North Tower Sampoerna Strategic Square Jakarta.

Advertisement

Menurut Ryan, jumlah rata-rata nasabah yang datang ke layanan Customer Contact Centre Manulife Indonesia sebelum pandemi tercatat sekitar 100-120 orang per hari. Sedangkan, setelah pandemi Covid 19, terutama dengan pembatasan kapasitas, nasabah yang datang rata-rata 50 orang per hari dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Padahal, sesungguhnya kami juga menyediakan layanan non-face to face dengan kemudahan teknologi. Namun, masih banyak nasabah yang memilih untuk datang langsung ke Customer Contact Centre,” ungkapnya.

Sementara itu, Director & Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita Rumngangun menambahkan, sudah banyak nasabah yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendapatkan pelayanan. Di antaranya pengajuan klaim rumah sakit dan kematian sekitar kurang dari 100 nasabah. Sedangkan, klaim pensiun sekitar 200 nasabah, terutama di bulan Maret 2021.

BACA JUGA: Kala Pandemi Bisnis Asuransi Menggebirakan Hati

Novita menjelaskan, sepanjang 2020, total klaim yang dibayarkan Manulife Indonesia tercatat sebesar Rp 5,5 triliun (data un-audited) atau sama dengan Rp 15 miliar per hari atau Rp 631 juta per jamnya.”Sedangkan, total klaim Covid-19 yang dibayarkan Manulife Indonesia hingga 10 Maret 2021 tercatat sebanyak Rp 172,5 miliar,” tuturnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung