Nasional

Sindikat Pemalsu Web Pemerintah Amerika Raih Untung USD 30 Ribu

Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) membongkar kasus pembuatan dan penyebaran scampage atau website palsu. (Istimewa)

batampos.id – Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) membongkar kasus pembuatan dan penyebaran scampage atau website palsu yang menyerupai website resmi pemerintah negara Amerika. Pemalsuan ini dilakukan agar pelaku dapat mencairkan dana Pandemic Unemployment Assistance (PUA).

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, ada dua tersangka yang ditangkap. Yakni SFR sebagai penyebar website palsu, dan MZMSBP sebagai pembuat website palsu.

“Kedua tersangka yang terlibat berinisial SFR dan MZMSBP. Sedangkan korban, orang yang mengisi data pribadinya ke dalam scampage/website palsu, khususnya Warga Negara Amerika,” kata Nico Afinta, kepada wartawan, Kamis (15/4).

Advertisement

Nico menuturkan, para tersangka mendapat keuntungan pribadi berupa mata uang Krypto Bitcoin yang bisa dikonversikan menjadi mata uang rupiah. Sindikat ini diduga dikendalikan oleh WN India berinsial S yang saat ini berstatus DPO.

“Menurut percakapan mereka, data pribadi tersebut digunakan oleh S untuk mencairkan dana PUA atau dana bantuan untuk pengangguran warga negara Amerika senilai USD 2 ribu setiap 1 data orang, dan juga untuk dijual lagi seharga USD 100 setiap 1 data orang,” tambahnya.

Sejauh ini, SFR telah memberikan 30 ribu data pribadi WN Amerika kepada S. Data itu dikirim melalui aplikasi Whatsapp. Dari data itu, sindikat ini meraup keuntungan fantastis.

“Keuntungan yang telah diterima oleh tersangka SFR selama melakukan perbuatan tersebut diatas kurang lebih sebesar USD 30 ribu atau sekitar Rp 420 juta,” jelas Nico.

Sedangkan keuntungan yang telah diterima oleh tersangka MZMSBP selama melakukan perbuatan tersebut sekitar Rp 60 juta.

Kasus ini terungkap pada 1 Maret 2021 lalu saat Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mendapati adanya kegiatan penyebaran website palsu yang menyerupai website resmi pemerintahan Amerika melalui SMS. Website itu disebar oleh tersangka SFR.

“Dari keterangan tersangka SFR menjelaskan, jika scampage tersebut dibuat oleh tersangka MZMSBP, selanjutnya petugas Siber Polda Jatim menemukan tersangka MZMSBP di dekat Stasiun Kereta Api Pasar Turi Surabaya, lalu menemukan adanya script scampage/website palsu yang tersimpan di dalam laptopnya,” ucap Nico.

Kedua tersangka bisa membuat website palsu dengan cara belajar otodidak. Tim Polda Jatim kemudian berkoordinasi dengan Mabes Polri dan FBI untuk menangkap para pelaku.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 32 ayat (2) Jo pasal 48 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 55 ayat (1) KUHP. Mereka terancam hukuman 9 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim