Karimun

Adanya Larangan Mudik, INSA Karimun Ngaku Belum Terima Pemberitahuan Resmi

Kondisi pelabuhan domestik Karimun masih sepi di awal Ramadan ini. (f.tri/batampos.id)

batampos.id– Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran tahun 2021 ini, yang berakibat semua model transportasi darat, laut, dan udara dilarang beroperasi mulai 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang. Larangan tersebut, tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Ini Lho Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran

” Itukan dari Jakarta. Di sini, belum ada informasi kepada kita dalam hal ini penggelola pelayaran tentang regulasi tersebut,” terang Ketua DPC INSA Karimun Bustami Datuk Rajo Marah, Minggu (18/4/2021).

Advertisement

Dikatakan, saat ini arus penumpang di awal Ramadan 1442 H ini masih sepi. Bahkan, bisa dihitung dengan jari yang berangkat maupun tiba di pelabuhan domestik Karimun ini. Dan, bisa diprediksi menjelang hari raya Idul Fitri nanti arus penumpang yang mudik tidak akan ramai dibandingkan tahun sebelumnya.

” Paling tujuan Batam, Tanjungpinang saja yang ramai. Anda bisa lihat sendiri, kapal pertama saja yang ramai berangkat ke Batam itupun bisa dihitung jari. Rata-rata, hari libur saja yang isinya para pekerja yang pulang ke rumahnya,” ungkapnya.

Walaupun demikian, kata Bustami lagi pihaknya sudah memberikan informasi kepada pengelola kapal agar tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) didalam kapal. Seperti, menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun atau hand sanitizer, wajib menggunakan masker kepada penumpang maupun kru kapal dan sebagainya. ” Untuk armada cadangan tetap ada. Tapi, kita lihatlah nanti kan masih lama lagi. Sekarang aja, sepi penumpanglah,” tuturnya.

Sedangkan, Kepala Kantor Cabang Karimun kapal ferry Oceanna Eddy Surianto mengatakan, pihaknya saat ini tetap mengoperasikan tiga unit armada kapal tujuan pelabuhan Harbourbay Batam. Mulai pukul 09.15 WIB, 15.15 WIB dan 17.00 WIB secara pulang pergi (PP). ” Sepilah. Mungkin, diawal Ramadan biasa ramai nanti pertengah Ramadan banyak yang berangkat ke Batam,” ucapnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, terlihat konter tiket kapal sepi. Hanya, beberapa orang saja yang membeli tiket untuk berangkat ke berbagai tujuan. ” Untuk tujuan Selat Panjang hanya sekali saja pagi. Biasa siang ada sekarang tidak,” kata salah seorang penjual tiket kapal. (*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul