Bintan-Pinang

Ada Taman Wisata Lebah Madu di Desa Sri Bintan, Wisatawan Bisa Nikmati Madu Murni dari Pembudidaya Lebah Madu Klanceng Gudem Bee Farm 

Sertu Meldi Wahyuda Pembina Kelompok Gudem Bee Farm bersama keluarga saat menanam bibit pohon di taman wisata Gudem Bee Farm di Kampung Pasiran, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Selasa (20/4/2021) petang. (F.Slamet/batampos.id)

batampos.id– Kelompok Pembudidaya Lebah Madu Klanceng Gudem Bee Farm bersama Banyan Tree Bintan menanam 1.000 bibit pohon di Kampung Pasiran, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Selasa (20/4/2021) petang. Kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi 22 April sekaligus memperkenalkan destinasi wisata baru berbasis masyarakat yaitu taman wisata edukasi lebah madu.

BACA JUGA: Banyan Tree, Lagoi Bay, dan Restauran Yeah di Lagoi Bay Sudah Dapat Sertifikat CHSE

Beberapa jenis bibit pohon yang ditanam yaitu pohon sakura tabebuya, ketapang kencana dan beberapa pohon buah seperti jambu, rambutan dan sawo. Bibit-bibit ini merupakan bantuan kerja sama dari Balai BPDASHL Sei Jang Duriangkang. Hadir dalam kegiatan itu, Camat Teluk Sebong, Sri Heny Utami, Kepala Desa Sri Bintan, Jumiran, Perwakilan Satrad 213, guru-guru SMAN 1 Teluk Sebong, pengiat pariwisata Iwan Winarto dan Yudi serta masyarakat setempat.

Camat Teluk Sebong, Sri Heny Utami mengapresiasi Kelompok Pembudidaya Lebah Madu Klanceng Gudem Bee Farm yang bekerja sama dengan Banyan Tree Bintan dalam mengembangkan destinasi wisata baru berbasis masyarakat di Kampung Pasiran, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong. Dia berharap, ke depan taman wisata Gudem Bee Farm akan menjadi destinasi wisata yang didambakan.

“Mudah-mudahan banyak wisatawan datang ke Bintan untuk liburan ke wisata edukasi lebah madu sembari menikmati madu murni yang dibudidayakan,” harapnya. Pembina Kelompok Gudem Bee Farm, Sertu Meldi Wahyuda menuturkan, pohon yang dipilih saat penanaman pohon kebanyakan jenis sakura tabebuya karena bunganya disukai lebah, serta indah pada saat berbunga.

Diharapkan pohon yang ditanam dapat menjadi taman yang indah sekaligus bunga-bunga dari pohon menjadi pakan dari lebah yang dipelihara. Dia juga menjelaskan, Gudem sendiri diambil sesuai dengan nama Gunung Demit yang ada di sini.

Dia berharap, kehadiran taman wisata edukasi lebah madu ini dapat menjadi destinasi yang unik nantinya sebagai tempat berwisata dan belajar yang ada di Pulau Bintan. Selain itu juga tentunya dengan banyak wisatawan yang datang akan sejalan dengan peningkatan perekonomian masyarakat.

Conservation Officer dan juga koordinator program penanaman pohon dari Banyan Tree Bintan, Renald Yude menuturkan, pemilihan lokasi Gudem Sri Bintan yang terletak di Kampung Pasiran Desa Sri Bintan karena ada kelompok perternak lebah tanpa sengat atau stingless bee yang antusias mengembangkan budidaya madu yang telah berjalan menjadi salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat di Bintan.

Menurutnya, lokasinya strategis, antara Lagoi dan dan destinasi wisata lain di Bintan, seperti Poyotomo, Desa Wisata Ekang, Pengudang Mangrove, Trikora, dan Tanjungpinang.

Sementara, Environment Naturalist Banyan Tree Bintan, Henry Singer mengatakan selain penanaman pohon periode April – May 2021, Banyan Tree Grup menawarkan paket Earth Day kepada tamu dengan menghitung 1 malam tamu menginap dengan menanam satu pohon. Kemudian, Masing-masing, karyawan diajak berikrar untuk lebih peduli bumi antara lain memungut sampah, pola makanan sehat, sampai mendonasikan barang bekas.

Sampai saat ini Banyan Tree Bintan sudah menanam sekira 74.063 pohon semenjak dimulainya program greening community ini yang tersebar di beberapa titik di Pulau Bintan. Selain penanaman pohon, dilaksanakan juga FGD terkait pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat dengan narasumber Henry Singer dari Banyan Tree Bintan.

“Kita akan coba bergandengan dengan masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata yang sedang dibangun. Harapannya nanti adanya koneksi antar destinasi yang ada di Bintan baik itu sesama wisata berbasis masyarakat maupun dengan kawasan resort internasional,” harap Henry. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul