Ekonomi & Bisnis

Pendapatan Premi Rp 23,7 Triliun, Prudential Bayar Klaim Rp 12,8 Triliun

Ilustrasi: Prudential Indonesia membuka sentra vaksinasi Covid-19 yang akan bergulir hingga Desember 2021 mendatang. (Dok. Prudential Indonesia)

batampos.id – President Director Prudential Indonesia Jens Reisch dalam webinar pada Rabu (21/4) mengatakan bahwa pada 2020 lalu, pihaknya melakukan pembayaran klaim sebesar Rp 12,8 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari total pendapatan premi sebesar Rp 23,7 triliun. Kinerja positif di 2020 juga tercermin dari laba setelah pajak yang stabil yakni Rp 4,7 triliun dan mencatat tingkat solvabilitas perusahaan yang kuat di angka 549 persen.

“Prudential Indonesia merangkum 2020 ke dalam dua kata yaitu, inovasi perlindungan dan inovasi untuk delighting customers (memuaskan pelanggan, Red). Seluruh inovasi yang kami hadirkan merupakan wujud dukungan kami kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian dalam hidup. Pada akhirnya, kami mampu mencatat hasil bisnis yang stabil dan terus membangun posisi finansial yang memungkinkan kami tetap tangguh menghadapi tantangan tahun lalu,” ujar Jens.

Jens merinci, dalam inovasi perlindungan, Prudential Indonesia bergerak cepat dalam merespons kebutuhan kesehatan yang meningkat di 2020 akibat pandemi Covid-19. Prudential Indonesia, menurutnya, menjadi perusahaan asuransi jiwa pertama di nIndonesia yang menyediakan Santunan Tunai Tambahan jika nasabah terdiagnosis positif Covid-19.

Advertisement

“Di 2021, inovasi terus berlanjut dan kami meluncurkan inisiatif Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi dan menyediakan sentra vaksinasi Covid-19. Kami juga telah meluncurkan 60 produk dan solusi perlindungan, termasuk produk baru dan juga peningkatan dari produk sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang kian berkembang,” ujar Jens.

BACA JUGA: Agen Prudential Meningkat dari 302 Menjadi 1.000

Sementara itu, dari sisi inovasi memuaskan pelanggan, lanjut Jens, aplikasi Pulse yang diluncurkan pada Februari 2020 ikut andil dalam membantu masyarakat Indonesia mengelola kesehatan dan kesejahteraan. Aplikasi ini, menurutnya, sudah diunduh lebih dari 6,6 juta kali dan dimanfaatkan pengguna untuk mencegah penyakit agar tetap sehat serta menunda penyakit semakin memburuk melalui beberapa fitur yang ada di dalamnya.

“Penerapan praktik bisnis yang etis dan tata kelola perusahaan yang baik membuat kami mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh nasabah. Kami juga mampu menjalankan operasional yang berkelanjutan, sekaligus membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat hidup lebih sehat dan lebih sejahtera,,” pungkas Jens. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung