Bintan-Pinang

Sudah Dilengkapi Ruang UGD, Puskesmas Sei Jang Resmi Dibuka

Tampak masyarakat di bagian pelayanan Puskesmas Sei Jang usai diresmikan, Kamis (22/4/2021). (F. Peri Irawan/batampos.id)

batampos.id – Puskesmas Sei Jang resmi dibuka kembali usai dilakukan revitalisasi pada tahun 2020 dan selesai dikerjakan pada Maret 2021 lalu. Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan untuk meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan (Faskes)  untuk masyarakat perlu adanya perbaikan atau revitalisasi pada penyedia pelayanan.  “Puskesmas didirikan minimal satu di setiap kecamatan yang memenuhi persyaratan lokasi, bagunan dan prasarananya,”kata Rahma,  Kamis (22/4/2021).

BACA JUGA: Puskesmas Tiban Baru Jadi Puskesmas Terbaik se-Batam
Kebutuhan sarana prasarana kesehatan yang representatif menjadi indikator penting penunjang pelayanan kesehatan, maka revitalsasi Puskesmas Sei Jang dilakukan untuk memberikan pelayanam yang lebih baik dan merata serta menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita berharap ke depannya ini bisa memberikan pelayanan prima yang mudah diakses, cepat tanggap dan nyaman,” harapnya.  Rahma berpesan kepada tenaga kesehatan seperti bidan,  perawat,  apoteker, analis diminta terus bermotivasi dan semangat menjalankan tugas,  memberi pelayanan yang ramah,  tulus dan ikhlas agar dapat pahala.

Advertisement
Rahma (Feri/Batam Pos)

“Harus peka,  jika pasien itu membutuhkan pertolongan lanjutan segera,” pesanya.  Sementara itu,  Kepala Puskesmas Sei Jang,  Muhammad Paisal mengatakan saat ini sudah tersedia rumah instalasi gawat darurat (IGD), akan disediakan ruang tempat bersalin,  menyediakan ruangan pasien dengan gejala batuk pilek demam yang dipisahkan dengan pasien lain.

“Tujuannya agar tidak menularkan kepada pasien lainnya,”kata Paisal. Paisal berharap dengan puskesmas baru itu bisa memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat Tanjungpinang, khususnya yang berada di Kecamatan Bukit Bestari. “Semoga manfaat puskesmas baru ini bisa dirasakan oleh masyarakat Bukit Bestari,” ucapnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul