Zetizen

Animal Communicator – Memahami lewat Komunikasi

Batampos.id – BERKOMUNIKASI biasanya identik dilakukan antarmanusia. Tapi, ternyata manusia juga bisa berkomunikasi dengan hewan lho! Seni komunikasi itu lantas disebut animal communication yang dilakukan seorang animal communicator. Wah, membayangkan bisa berkomunikasi dengan hewan rasanya udah seru banget kan? Biar nggak penasaran, kita simak yuk lebih lanjut tentang profesi yang satu itu!

Sesuai dengan sebutannya, seorang animal communicator adalah pekerjaan untuk melakukan komunikasi dengan hewan. Komunikasi yang dilakukan bertujuan menggali masalah yang dialami hewan-hewan tersebut secara fisik ataupun psikis. ”Animal communicator nggak hanya berbicara pada hewan, tapi juga menyampaikan pesan dan pertanyaan dari para guardian (pemilik) pada hewan peliharaan mereka. Intinya, kita menjembatani hewan dengan para guardian. Dari situ, kita bisa memberikan terapi untuk masalah fisik maupun psikis serta mengatasi trauma pada hewan tersebut,” jelas Mas Bagoes, animal communicator dan hipnoterapis.

Memahami perasaan ketika berkomunikasi dengan manusia juga diperlukan ketika berkomunikasi dengan hewan. Itulah yang membuat peran seorang animal communicator menjadi penting. Mas Bagoes tertarik dengan profesi animal communicator ini karena masih banyak orang yang sulit memahami hewan peliharaan mereka dan menganggap hewan sebagai makhluk kelas bawah yang bisa diperlakukan seenaknya.
”Awalnya, saya adalah seorang arsitek. Tapi, saya sangat mencintai hewan dan itu yang membuat saya tertarik pada profesi ini. Saya melihat orang-orang masih sering memperlakukan hewan sebagai makhluk kelas bawah. Padahal, keberadaan hewan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari manusia,” ujarnya.

Advertisement

Meski terlihat menyenangkan, menjadi seorang animal communicator bukan pekerjaan yang hanya dilakukan untuk bersenang-senang lho! Sama dengan pekerjaan lain, animal communicator memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Salah satunya, ketika membedakan informasi sesungguhnya dengan keinginan guardian terhadap hewan kesayangan mereka.
”Kesulitannya ketika menghadapi ketidaksabaran guardian dan membedakan informasi sesungguhnya dengan apa yang mereka mau. Contohnya, guardian mengatakan hewannya sudah ditolong seseorang di suatu tempat. Padahal, kenyataannya hewan tersebut mengalami kecelakaan di suatu tempat. Jadi, ditolong itu semacam keinginan guardian. Dari situ, biasanya timbul masalah karena guardian menganggap kita berbohong,” ungkap Mas Bagoes.

Menyamakan persepsi guardian dengan fakta di lapangan inilah yang lantas menjadi tantangan untuk dipecahkan seorang animal communicator. Meski terdapat tantangan, Mas Bagoes juga pernah memiliki pengalaman berkesan sebagai seorang animal communicator. Dia pernah diminta sebuah yayasan untuk berkomunikasi dengan hewan superlangka dan hanya satu-satunya di dunia. Ketika berhasil menyelamatkan hewan tersebut dengan kemampuan animal communication-nya, dari sinilah Mas Bagoes mulai merasakan kebahagiaan dan kepuasan karena dapat berkontribusi untuk alam.

Animal communicator ini juga bisa menjadi profesi yang menjanjikan kalau kamu mau mengembangkan bakat dan potensi diri yang diperlukan untuk bisa berkomunikasi dengan hewan. ”Hal mendasar untuk berlatih berkomunikasi dengan hewan adalah melatih emosi diri. Kita harus bisa memunculkan energi positif dan menekan sedalam-dalamnya energi negatif dalam diri kita. Ketika emosi negatif kita telah mencapai level 0, netralitas kita akan memunculkan kepekaan tertentu. Teknik ini sangat bisa dilakukan dan dilatih setiap orang,” tuutr Mas Bagoes.

Melihat besarnya peran seorang animal communicator ini, tentu kita terdorong lebih memahami perasaan hewan peliharaan maupun yang ada di sekitar kita. Apakah kamu tertarik dengan profesi itu? (sak/c14/mel)


Saat manusia membutuhkan seorang psikolog untuk memahami mereka sepenuhnya, seekor hewan membutuhkan hal yang sama. Dalam animal communication, teknik ini disebut body talk. Body talk dapat membantu seseorang mengetahui apa yang dirasakan hewan. Misalnya, saat si peliharaan sakit.Kebiasaan untuk memahami body talk hewan sendiri dapat dilatih secara perlahan dan berkala.

Membangun koneksi kesadaran juga biasa disebut komunikasi nonverbal. Dengan kemampuan linking awareness, kita bisa mengetahui keinginan hewan dari perilaku maupun tindakannya.
Membangun koneksi secara psikis dengan hewan membantu kita untuk nggak memberi asumsi yang salah dan dapat memenuhi kebutuhan hewan secara tepat sasaran.

Teknik ini sama dengan komunikasi telepati. Seorang animal communicator bakal menggunakan mind power untuk masuk ke gelombang alfa otak, tempat untuk berkomunikasi dengan hewan. Mind power bisa dikuasai semua orang kok!
Seorang manusia dapat memasuki gelombang ini saat rileks sehingga seolah-olah mampu menarik data dari hewan yang nggak bisa mengungkapkan perasaan secara verbal.
Dengan mind power, kita dapat mengetahui penyebab seekor kelinci yang sedang mogok makan. Bisa jadi, kelinci itu memutuskan untuk mogok makan karena dipindahkan ke kandang yang baru. Dari situ, seorang animal communicator dapat mencari solusi yang tepat agar si kelinci bisa kembali makan teratur. (sak/c14/mel)

ZETS OF THE DAY

“Tips Komunikasi dengan Hewan”

Reporter : Sonia Novi
Editor : Umy Kalsum

BERKOMUNIKASI pastinya identik dengan manusia dong, eits! Bagaimana nih jika kita berkomunikasi dengan hewan seperti kucing atau peliharaan kita di rumah? Penasaran kan? Yuk intip tanggapan anak millenial terkait hal ini! (*)

F. Dok. Pribadi

Desmond Lim
Universitas Internasional Batam
Instagram: @mond_lim

Menurut saya sendiri hewan dapat menjadi penenang bagi pemiliknya. Namun cara komunikasi antara hewan dan manusia tentu terdapat perbedaan dan harus terjadi ikatan batin antara keduanya. Tips untuk berkomunikasi yang baik dengan hewan adalah dengan:
1. Mengerti tingkah laku dan kemauan hewan.
2. Membawakan makan ketika akan bermain dengannya.
3. Jangan pernah menyiksanya.
Berikut tips singkat dari saya semoga bermanfaat ya teman teman! (*)

F. Dok. Pribadi

Naena Khamisya
Perguruan tinggi: Universitas Batam
Instagram: @naenakhamisyaa

Bagi sebagian orang yang memiliki hewan peliharaan seperti kucing dan anjing pasti sering mengajak kedua hewan ini untuk berbicara. Lantas bagaimana sih tips berkomunikasi dengan hewan peliharaan? Kalau tips dari saya, pertama, kita bisa mengamati tingkah laku hewan peliharaan. Kedua, mendengarkan suara hewan peliharaan. Dan ketiga, mengobrol dengan hewan peliharaan baik secara verbal dan non-verbal. Menurut penelitian, berkomunikasi dengan hewan peliharaan bisa memperkuat ikatan dan hubungan di antara peliharaan dengan pemiliknya lho. Semoga Bermanfaat! (*)

F. Dok. Pribadi

Diah Kurnianti
Asal Sekolah: SMK Manajemen Penerbangan Batam
Instagram: @dkrnianti_

Menurut saya, hal pertama itu dengan tekad yang kuat serta dengan menggunakan mind power. Mind power ini merupakan kekuatan otak kanan kita untuk menyelami apa yang dirasakan atau dipikirkan oleh hewan yang ada di sekitar kita lewat gelombang otak alfa dan tetha, karena hewan itu berkomunikasi dengan gambar atau perasaan yang mereka transmisikan secara telepati. Mereka itu sensitif, intuitif, dan cerdas, dan mereka saling mencintai dan peduli satu sama lain terutama kepada kita (sang pemelihara).

Di situlah mind power dapat berfungsi membantu kita memahami apa yang dirasakan hewan atau kita bisa membaca emosinya, atau juga merasakan sakit yang mungkin mereka idap di bagian tubuh hewan tersebut. Kemampuan mind power ini lah yang harus kita asah agar bisa menjadi lebih maksimal. (*)