Kepri

Pilih Menjadi Pelatih, Siauw Lung Wu Bertekad Cetak Atlet Berprestasi dari Batam

Siauw Lu Wu

batampos.id – Langkahnya pasti. Setengah berteriak ia memberi semangat kepada murid-muridnya yang tengah berlatih. Semangatnya pun kian bertambah di setiap harinya mengalahkan rasa letih dan lelah setelah seharian beraktivitas ketika melihat
murid-muridnya disiplin dalam berlatih. Siauw Lung Wu perempuan kelahiran Jogyakarta itu memilih olahraga taekwondo sebagai pilihan hobinya. Pemegang DAN VIII
Black Belt Taekwondo ini mengatakan jatuh cinta pada taekwondo sejak duduk di bangku SMP, ia mengaku mencintai olahraga ini karena di taekwondo banyak filosofinya yang menurutnya cocok dengan jiwanya.

BACA JUGA: Taekwondo, Menata Emosi Anak dan Menjaga Fisik Agar Tetap Prima

“Taekwondo sudah merupakan hobi saya sejak masa kecil hingga menjadi atlet. Olah raga ini merupakan bagian dari hidup saya, taekwondo juga membangun karakter saya dari saya kecil.” ujar Siauw Lung Wu. Olah raga ini pula yang mengantarkan dirinya dengan segudang prestasi yang ia dapatkan. Sudah tidak terhitung berapa jumlah
medali yang pernah dia sabet mulai dari kejuaraan tingkat daerah, nasional, tingkat internasional hingga kejuaraan dunia.

Advertisement

Berbicara soal prestasi, anak dari pasangan Johny Wibowo dan Mila Susanti
ini menceritakan bahwa apa yang ia raih selama ini merupakan hasil perjuangan yang ia lakukan sejak ia mengeluti olahraga taekwondo. ”Puji sukur berkat dukungan orangtua dan keluarga, perjuangan saya selama ini untuk berlatih membuahkan hasil, prestasi yang saya dapat merupakan bukti bahwa saya mampu, apapun itu keadaannya jika kita mau berusaha akan tercapai.” ucap peraih medali perak Olimpiade Barcelona 1992 ini.

Kini setelah ia pensiun dari atlet, ia pun tidak ingin karirnya berhenti sampai menjadi atlet saja, ia memilih untuk menjadi pelatih taekwondo. Cita-cita terdalam yang ia pegang ingin menjadikan anak-anak didiknya menjadi atlet yang berkarakter dan
bermental juara. “Menjadi pelatih adalah pilihan saya, selanjutnya apa yang sudah saya dapatkan selama menjadi atlet akan saya tularkan kepada anak-anak didik saya. Intinya saya tidak akan pernah berhenti mencintai taekwondo. Menjadikan anak-anak didik saya menjadi atlet yang lebih baik dari saya, tentunya bukan hanya di prestasinya saja tapi di kehidupan mereka sehari-hari, sekarang maupun nantinya ,” ujar istri dari Iwan Fardiman ini.

Meskipun kini ia sudah disibukkan menjadi seorang istri dan ibu dari dua orang anak, perempuan yang pernah menjuarai Pekan Olah Raga Nasional (PON) tiga tahun berturut-turut ini mengaku bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk tetap melatih dan
mempersiapkan murid-muridnya menjadi atlet yang disiplin dan tangguh.

“Yang penting bisa mengatur waktu, buat sefleksible mungkin, kebetulan keluarga juga mendukung, anak-anak saya juga atlet taekwondo,” ujar ibu dari Hianwi Fardiman dan Mario Fardiman ini. Juara Sea Games, Asean Games, dan Asian Games ini menyadari bahwa perjuangan untuk meraih impian dan cita-cita tidaklah mudah, mesti banyak yang harus ia lakukan, setidaknya ia mengaku akan berusaha untuk mewujudkannya.

”Saya sadar bahwa apa yang saya harapkan dan saya impikan bukanlah hal yang mudah untuk saya lakukan, tapi ketika melihat murid-murid saya berlatih dengan penuh disiplin dan semangat. Semangat saya pun terpicu dan saya berkeyakinan nantinya
akan lahir atlet-atlet berprestasi dari dojang tempat saya melatih,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Dojang Kharisma Bangsa ini.

Perempuan yang sudah melatih taekwondo sejak tahun 2000 ini mengaku apa yang menjadi harapannya, kini terbukti sebab banyak anak-anak didiknya yang sudah menorehkan prestasi di setiap kejuaraan taekwondo baik di tingkat daerah, nasional
maupun di tingkat internasional. “Terus terang saya bangga anak-anak didik saya bisa meraih juara, tapi ini tidak akan berhenti sampai di sini, saya akan terus
memotivasi mereka dan berharap mereka menjadi atlet yang lebih baik lagi dari saya,” ujar perempuan yang terkenal tegas dan disiplin ini dalam melatih.

Terakhir perempuan berpostur tinggi berkulit putih ini berharap agar pemerintah bisa bersikap profesional dalam melakukan pembinaan terhadap atlet. Ia juga menginginkan agar proses pembinaan prestasi taekwondo berjalan sukses. Khususnya dalam
rangka mencetak para atlet yang berprestasi dan bermental tangguh.

“Konkritnya adalah dengan perhatian dan pembinaan yang sungguh-sungguh dan ditunjang dengan dana dan prasarananya karena olah raga tanpa didukung dengan dana itu adalah omong kosong,” tegas Siauw Lung Wu. (*)

Reporter: Iman Wahyudi
editor: tunggul