Nasional

Resmi Ditahan, Wali Kota Syahrial Minta Maaf kepada Warga Tanjungbalai

Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial (tengah) digiring petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (24/4). (Dhemas Reviyanto/Antara)

batampos.id – Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial (MS) meminta maaf kepada warga Tanjungbalai setelah ditetapkan sebagai tersangka bersama penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Polri Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan pengacara Maskur Husain (MH). Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020–2021.

”Saya menyampaikan mohon maaf kepada warga Tanjungbalai (atas apa) yang saya lakukan,” kata Syahrial seperti dilansir dari Antara sebelum memasuki mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (24/4).

Dia pun berjanji akan kooperatif menjalani proses hukum yang menjeratnya tersebut. ”Saya kooperatif, akan memberikan keterangan yang baik dan benar kepada KPK,” ucap Syahrial.

Advertisement

KPK menahan Syahrial selama 20 hari ke depan sejak 24 April sampai 13 Mei di Rutan KPK Cabang Kavling C1 Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta. Dua tersangka lain telah ditahan terlebih dahulu sejak 22 April sampai 11 Mei. Stepanus ditahan di Rumah Tahanan KPK Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dan Maskur di Rutan KPK Cabang Polisi Militer Kodam Jaya di kawasan Guntur, Jakarta.

Dalam konstruksi perkara disebut pada Oktober 2020, Syahrial menemui Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, di rumah dinasnya di Jakarta Selatan. Dia menyampaikan ada penyelidikan yang sedang dilakukan KPK di Pemerintah Kota Tanjungbalai. Atas perintah Syamsuddin, selanjutnya ajudan dia menghubungi Stepanus untuk datang ke rumah dinasnya.

Syamsuddin memperkenalkan Syahrial dengan Stepanus. Dalam pertemuan, Syahrial menyampaikan permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan. Dia meminta agar Stepanus membantu agar permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti KPK.

Setelah pertemuan, Stepanus mengenalkan Maskur melalui telepon kepada Syahrial untuk membantu permasalahan itu. Stepanus bersama Maskur sepakat membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti KPK dengan menyiapkan Rp 1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Stepanus dan Maskur itu dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, teman Stepanus. Syahrial juga memberikan uang secara tunai kepada Stepanus hingga total uang yang telah diterima Stepanus Rp 1,3 miliar.

Uang yang telah diterima Stepanus dari Syahrial kemudian diberikan kepada Maskur sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta. Selain itu, Maskur juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta sedangkan Stepanus dari Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank milik Riefka sebesar Rp 438 juta. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim