Metropolis

BPN Batam Dukung Pelaku Usaha di Kampung Reforma Agraria, Empat Kelurahan akan Terbantu Jaringan Internet

BPN Batam membantu pelaku usaha dengan cara beri pelatihan dan bantu kemasan pelaku usaha. (f.BPN Batam)

batampos.id– Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam terus menggesa kemajuan pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Kampung Tua Tanjungriau dan Gundap. Kepala BPN Batam, Memby Untung Pratama mengatakan saat ini pelaku usaha sudah mulai memproduksi usaha mereka yang sesuai dengan standar dan kebutuhan pasar. Sebelumnya pelaku usaha sudah mendapatkan pelatihan digital marketing hingga kemasan produk yang akan dipasarkan.

BACA JUGA: Di Aplikasi Sentuh Tanahku, Warga Bisa Cek Sendiri Biaya Pengurusan Dokumen di BPN Batam

“Alhamdulillah sudah berjalan. Untuk yang pelaku usaha di Gundap sudah ada izin, sekarang lagi mengupayakan izin kesehatan, edar, halal, dan lainnya sebelum dipasarkan nanti,” kata dia, Senin (26/4/2021). Rencananya dari pihak Bank Indonesia Perwakilan Kantor Provinsi Kepri juga akan membantu memfasilitasi jaringan internet gratis di lokasi UMKM yang tersebar di 4 kelurahan yang menjadi pusat pengembangan Reforma Agraria.

Advertisement

Ia menyebutkan empat kelurahan tersebut di antaranya, Tanjunggundap, Tanjungsari, Tanjungriau, dan kelurahan Tiban Lama yang menjadi pusat UMKM. Memby berharap upaya yang dilakukan ini bisa mendongkrak penjualan dan peningkatan perekonomian warga sekitar ke depannya.

Koordinator Reforma Agraria, Wahyuni mengatakan untuk mendukung usaha pelaku usaha di Kampung Reforma Agraria, pihaknya melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah. Sebelumnya BPN juga sudah menyerahkan kemasan produk sebanyak dua ribu botol untuk pelaku usaha di Tanjungriau dan Tanjunggundap.

“Mereka juga sudah ikut pelatihan untuk pengemasan, pemasaran, hingga digital marketing,” sebutnya.¬†Untuk memasarkan produk, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan market place seperti Shopee, Gojek untuk membantu pemasaran produk, agar bisa menjangkau pembeli lebih luas.

Target dari Kampung Reforma Agraria ini memang meningkatkan taraf kehidupan warga yang ada di sekitarnya. Misalnya, untuk kemasan produk, setelah mengikuti pelatihan produk bisa dikemas lebih baik dan menarik sehingga nilai jual bisa lebih tinggi. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul