Ekonomi & Bisnis

Neraca Komoditas sedang Disusun untuk Mendorong Stabilitas harga dan Kecukupan Industri

ILUSTRASI: Cabai di Pasar Tos 3000 Nagoya, Batam, Senin 5 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Penyusunan neraca komoditas akan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud menjelaskan, tujuan utama penyusunan neraca komoditas adalah untuk stabilitas harga, sehingga tidak mendorong inflasi. Keberadaan neraca komoditas yang saat ini masih disusun tidak akan merugikan industri.

“Neraca komoditas untuk mendorong stabilitas harga, kecukupan industri, perdagangan dan lain lain,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (26/4).

Nantinya, neraca komoditas tidak terkait dengan pembatasan impor. Menurut Musdhalifah, impor komoditas yang nantinya digunakan sebagai bahan baku atau bahan baku penolong industri bisa dilakukan jika pasokan dari dalam negeri kurang. “Kalau kurang kita impor tidak ada pembatasan-pembatasan,” imbuhnya.

Dengan demikian, penyusunan neraca komoditas akan melibatkan Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, industri, dan berbagai asosiasi dari hulu sampai hilir. Pelaku industri dan asosiasi dinilai sebagai pihak yang paling memahami situasi lapangan, terutama terkait kebutuhan bahan baku dan bahan baku penolong. Sehingga, proses pendataan akan lebih akurat, mengurangi kesalahan data, dan angka produksi tidak akan terganggu.

BACA JUGA: Neraca Komoditas Perlu Dievaluasi secara Berkala untuk Memastikan Data Valid

Sebelumnya Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana menyampaikan data komoditas seringkali keliru saat proses penyusunannya tidak melibatkan industri. Ia menilai, neraca komoditas merupakan sebuah ide yang bagus. Neraca ini ditujukan untuk mengatasi kesenjangan bahan baku dan bahan penolong untuk dunia industri. Selama ini, industri kerap mengalami kesulitan akibat data yang tidak akurat dan tidak lengkap.

Danang menegaskan, keterlibatan industri dan asosiasi dalam penyusunan neraca komoditas menjadi sangat penting untuk menjamin kepastian bahan baku. Sebab, kepastian bahan baku menjadi krusial demi memastikan produksi perusahaan berjalan dengan baik. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung