Nasional

Tersangka Penyidik KPK Stepanus Klaim Menyerahkan Diri

Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (Kiri) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (26/4/2021). KPK menetapkan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Pengacara Maskur Husain sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjung Balai Tahun 2020-2021. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju (SRP) mengklaim dirinya menyerahkan diri setelah diketahui menerima suap senilai Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial. Penerimaan uang itu agar Stepanus bisa membantu Syahrial agar kasus dugaan suap lelang jabatan yang diduga menyeret Syahrial bisa dihentikan oleh KPK.

“Saya menyerahkan diri,” kata Stepanus usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (27/4).

Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial meminta publik untuk menunggu jalannya proses persidangan. Dia enggan melontarkan kata apapun kepada awak media.

Advertisement

“Nanti saya tunggu ya,” singkat Syahrial.

Sebelumnya beredar informasi penyidik KPK Stpanus Robin Pattuju ditangkap oleh Propam Polri dan KPK karena diduga menerima uang Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial. Sebab Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo mengaku mengamankan Stepanus bersama penyidik KPK.

“Propam Polri bersama KPK mengamankan penyidik KPK AKP SR hari Selasa (20/4) dan telah diamankan di Divisi Propam Polri,” tegas Ferdy.

Stepanus telah menyandang status tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Pemerintah Kota Tanjungbalai. Selain Stepanus, KPK juga menetapkan Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS) dan pengacaranya Maskur Husain (MH) sebagai tersangka. KPK menduga, penyidik asal Korps Bhayangkara Stepanus menerima suap untuk mengurus perkara yang menjerat Syahrial.

Stepanus yang merupakan penyidik KPK bersama dengan Maskur Husain menyepakati agar perkara dugaan korupsi yang menjerat Syahrial di KPK tidak lagi dilanjutkan. Kesepakatan uang Rp 1,5 miliar ini, setelah Stepanus bertemu Syahrial di rumah Aziz Syamsuddin pada Oktober 2020.

Syahrial lantas menyanggupi permintaan uang itu, dengan kesepakatan kasusnya tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan. Terlebih KPK juga sampai saat ini belum mengumumkan sejumlah pihak yang ditetapkan tersangka dalam kasus lelang jabatan di Kota Tanjungbalai.

Syahrial memberikan uang itu secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia (RA) teman dari Stepanus. Uang itu baru diserahkan dengan total Rp 1,3 miliar.

Stepanus dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim