Metropolis

Bilamana Nak Ngopi kala Bulan Puasa?

batampos.id – Ramadan dah separo jalan, bagaimana aktivitas minum kopi? Bila nak minum kopi yang pas?! Yang jelas, ya, setelah bedug berbuka hingga sebelum bedug subuh. Berikut wawancanda yang kami lakukan seputar aktivitas ngopi kala Bulan Puasa.

Begitulah yang disampaikan oleh Topan, “Untuk waktu tentunya diantara waktu berbuka puasa sampai dengan waktu imsak, alasanya biar tidak membatalkan puasa.”

bilamana ngopi kala puasa?! (pixabay)

Rizal pun punya pendapat senada.

Advertisement

“Waktu yang pas untuk minum adalah ketika kopi itu sudah tersedia di depan kita. Tinggal teguk saja,” sahut Rizal saat ditanya. “Tentu pada jam setelah berbuka,” imbuh pegawai Pemprov ini.

Candra seorang wartawan yang juga demen ngopi pun punya pendapat senada. “Saat sahur, setelah berbuka dan setelah tarawih,” sahutnya.

Tetep tiga kali ya?

“Ha … ha …” Candra tergelak. “Alasannya, yah, ga batal pas jam tersebut.”

Yah, namanya juga wawancanda tentu boleh bercanda jawabnya.

Maksud Candra bukan tiga kali sehari ngopi tetapi tiga waktu itulah saatnya minum kopi saat puasa.

Namun sejatinya, agak serius, dikit nih, jawaban terbanyak ialah setelah tarawih.

Kita mulakan dari jawaban Pak Buralimar ya. Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri ini memilih selepas salat tarawih untuk menguk secangkir kopi.

“Waktunya panjang,” begitu alesannya.

Ia lalu berpromo sembari bercanda, “kalau mau (minum kopi pas bukber, red) di Braja.”

Braja ialah kependekan dari Bazaar Ramadhan Jabal Arafah. Masjid di bilangan Nagoya ini memang mengadakan bazar 13 April sampai dengan 8 Mei 2021.

Yos Suchari, wartawan yang gemar menyanyi pun memilih waktu habis tarawih.

“Karena seperti mendapatkan energi kembali dan waktunya lebih santai,” aku Bang Yos.

Pendapat senada dimiliki, Andi, rekan Bang Yos juga. “Lepas tarawih saat yang tepat,” ujar Andi tanpa memberi alesan.

Ngopi bukan sekadar menyeruput air berwarna hitam beraroma. Ngopi ialah wisata kuliner. Robi, pengamat politik di Tanjungpinang salah satunya.

“Ya habis tarawih lah.. karena banyak waktu luang, untuk duduk-duduk,” ucap pria berkacamata ini.

Ndak takut, ndak bisa tido?

“Biasa saja … jam 12 paling tidurnya,” sahutnya.

“Kalau yang belum biasa ngopi, bisa jadi lambat tidur karena impact dari caffeine, hehe,” kali ini Robi agak serius tapi tetap dengab terkekeh.

Sama waktu beda alesan dimiliki Bang Razak.

Pria berambut iklan ini beralasan ,” biasa setelah tarawih badan bawaannya ngantuk, karena perut kenyang waktu santap makan berbuka puasa.”

“Untuk mengimbangi, perlu kopi,” ujar Bang Razak.

Satu lagi pilihan ngopi selepas tarawih namun beda alasan.
Bang Riza, namanya.

“Pas untuk kawan melamun,” katanya. “Sambil nunggu …”

Sempat mencoba ngopi untuk memulai berbuka, Nur mengaku kapok.

“Saya coba pas buka puasa. Tak ada masalah tapi karena perut belum terisi, habis Isya baru muncul reaksi di lambung,” kisah Nur ayah tiga anak ini.

“Setelah itu waktu terbaik setelah makan nasi baru ngopi,” imbuh pria Legenda Malaka ini.

Rizal suka kopi tapi kayaknya tak lah freak banget hingga harus. Baca deh pengakuannya,

“Biasa saya setelah tarawih. Kalau ada agenda di luar. Karena di rumah jarang ngopi. Walaupun entah kopi-kopi dari berbagai daerah dikirim teman hehehe ….”

Beda ama Bang Tahang. “Malam, pas di kantor. Pusing kalau gak ngopi.”

Bang Tahang memiliki jam kerja malam. Ia berbuka di kantor.

Mirip-mirp Bang Tahang, Mas Topan juga harus minum kopi dalam sehari.

“Waktunya nggak tentu sih, bisa pas buka, bisa abis tawarawih, yang penting sehari itu harus kena minum kopi minimal 1 kali,” aku Mas Topan.

Mpok Atik penyuka kopi, suka bingung juga bilamana nak minum kopi saat puasa seperti ini.

“Itu lah yang aku sedih dan bingung, hobiku ngopi tapi kalau ngopi habis buka nanti aku gak bisa tidur. Ngopi pas sahur takut nanti perih,” urai Mpok Atik.

Lalu gimana Mpok?

“Akhirnya aku minum kopi juga habis buka puasa, tapi gak berani banyak.”

Dari perempuan penikmat kopi lain punya pendapat berbeda. Lina, namanya. Ia bilang, “malam hari.. Biar gak tidur sampai sahur.”

Namanya mirip. Perempuan berikut bernama Vina. Pas hari biasa ia suka minum kopi juga.

Namun apa katanya tentang minum kopi kala bulan Puasa?

“Selama bulan puasa kebetulan gak ngopi dulu.. karena gak bisa menyatukan kopi dan nasi. Berhubungan time coffee break-nya gak ada, Jadi waktu untuk ngopinya juga gak ada ☺️,” urai Vina seorang ibu dengan dua anak.

Seperti disebut diawal ini ialah wawancanda, artikel ndak penting banget tapi setidaknya telah memenuhi satu unsur fungsi pers, to entertain.

Pembaca, semoga terhibur. (ptt)