Ekonomi & Bisnis

Ada 4,8 juta UMKM Merambah ke Platform Digital melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia

ILUSTRASI: Pelaku UMKM menggunakan platform digital/ smartphone untuk memasarkan pakaian muslim mereka di DC Mall, Nagoya Batam, Senin 19 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Pandemi Covid-19 membuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus akrab dengan memanfaatkan platform digital.

Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (idEA) Bima Laga menyebut, hingga akhir 2020 tercatat sekitar 3,8 juta UMKM yang merambah ke digital melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI). Jumlah ini melampaui target awal yang hanya sebanyak 2 juta UMKM sampai akhir tahun 2020.

“Ini juga didorong program Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan 14 Mei 2020 lalu. Hingga Maret 2021 angkanya sudah mencapai 4,8 juta UMKM yang tergabung,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/4).

Advertisement

Menurutnya, pihaknya terus melakukan upaya agar UMKM tetap dapat berjualan di tengah pandemi Covid-19, salah satunya melalui program hari belanja online nasional (Harbolnas) yang telah digelar sejak tahun 2018 sampai 2020 lalu. Data Nielsen menunjukkan transaksi saat Harbolnas terus meningkat, dari Rp 6,1 triliun pada 2018 menjadi Rp 9,1 triliun pada 2019, dan terus naik menjadi Rp 11,6 triliun pada Harbolnas 2020.

“Menariknya sekarang kita tidak hanya fokus di semua barang tapi juga mengutamakan produk lokal. Pada 2020 transaksi produk lokal menyentuh angka Rp 5,6 triliun,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, idEA melanjutkan untuk berfokus pada program Bangga Buatan Indonesia dan menjadikan momen Ramadhan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Nantinya, akan ada banyak promo untuk mendorong transkasi penjualan online.

“Transaksi tidak harus promo ongkos kirim saja, juga promosi yang lainnya. Tujuannya adalah UMKM di daerah merasakan manfaatnya,terutama UMKM yang berjualan di marketplace anggota idEA,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perencana Keuangan, Aidil Akbar memandang di tengah pandemi pola perilaku belanja masyarakat perlu bergeser dari yang semula konvensional menjadi online dengan memanfaatkan platform digital.

BACA JUGA: Manfaatkan Platform Digital untuk Pasarkan Produk

“Karena yang terjadi saat ini adalah masyarakat cenderung menahan diri untuk berbelanja normal seperti sebelum pandemi, khususnya masyarakat kelas menengah ke atas,” paparnya.

Menurut Aidil, momentum program belanja online untuk produk UMKM lokal yanh diiringi dengan program pemerintah lainnya seperti program vaksinasi dapat menjadi faktor pemicu kebangkitan ekonomi nasional di masa pandemi.

“Dengan program hari Bangga Buatan Indonesia apalagi pemerintah memberikan stimulus Rp 500 miliar, maka akan sangat membantu perekonomian Indonesia melalui belanja online benar-benar bisa terlaksana. Apalagi yang dibeli adalah produk-produk dalam negeri,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung